Headline

15 Tuntutan Perempuan Indonesia untuk Memperjuangkan Keadilan Kesetaraan

AksaraNews, Bandung (08/03/2022)  – Dalam rangka memperingati International Women’s Day, aliansi Persatuan Rakyat Untuk Pembebasan Perempuan, melakukan aksi damai yang bertempat di Gedung sate kota Bandung setelah sebelumnya massa yang berjumlah kurang lebih ratusan melakukan longmarch dari kampus Insitutsi Teknologi Bandung, ITB. Dalam orasinya, mereka menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi perempuan Indonesia yang tidak kunjung mengalami perbaikan nasib. Adapun sebagai representasi tuntutan dalam aksi tersebut disampaikanlah 15 point utama tuntutan yang diyakini merupakan gambaran kondisi dan situasi perempuan di dunia, lebih khusus di Indonesia masih berada dalam dikotomi peran gender.

Dalam kehidupan bermasyarakat dan lingkungan sosial, aksi damai tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan perempuan terhadap kondisi mereka saat ini yang masih mengalami diskriminasi peran gender mereka dikarenakan adanya pembiaran stigma di lingkungan sosial yang menempatkan perempuan sebagai obyek laki-laki. Selain itu, secara regulasi, belum bisa dikatakan mampu mengakomodir kebutuhan perempuan sebagai individu maupun bagian dari rumah tangga. Belum terakomodirnya kebutuhan perempuan tersebut menjadikan perempuan lebih condong dilihat sebagai obyek seksualitas bagi laki-laki di lingkungan sosial tempat mereka beraktivitas. Sampai dengan tidak mendapatkan kesempatan, hak dan peluang dalam dunia kerja serta pendidikan semakin membuat posisi perempuan Indonesia jauh dari keseteraan.

Dalam seruan aksi ini, Persatuan Rakyat untuk Pembebasan Perempuan menyatakan sikap:
1. Hentikan semua bentuk kekerasan militer dan bangun solidaritas untuk korban sipil yang terdampak perang.
2. Buka, angkat, dan luruskan sejarah 1965-1966.
3. Adili pelaku pelanggaran HAM 1965-1966.
4. Tarik militer dari Tanah Papua.
5. Bentuk Satuan Tugas Kekerasan Seksual oleh Dinas Tenaga Kerja di Pabrik.
6. Implentasikan Permendikbud No. 30 Tahun 2017 di setiap kampus.
7. Adili pelaku kekerasan seksual di institusi pendidikan tinggi, menengah, dasar, dan agama serta penuhi hak-hak korban kekerasan seksual.
8. Tetapkan SOP (Standar Operasional Prosedur) pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di seluruh jenjang pendidikan.
9. Wujudkan upah buruh perempuan yang berkeadilan.
10. Penuhi hak reproduksi buruh perempuan.
11. Penuhi akses kesehatan reproduksi buruh perempuan secara merata.
12. Sahkan Rancangan Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual yang Pro korban.
13. Sahkan Rancangan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.
14. Wujudkan reforma agraria sejati.
15. Tetapkan 8 Maret sebagai hari libur nasional.

Jalannya aksi ini sempat terhenti dua kali. Permintaan aksi tidak dilanjutkan karena alasan protokol Kesehatan. Negosiasi sempat dilakukan oleh kordinator lapangan, Nitasya dan Sheila agar aksi boleh tetap dilanjutkan. Alhasil, aksi berlanjut hingga pukul 15.00 WIB setelah sebelumnya hanya diperbolehkan sampai pukul 14.00 WIB. Jalannya aksi damai tersebut berjalan tertib dan lancar, demikian juga arus lalu lintas tetap berjalan baik.

 

Penulis: Michelle Gabriella

Editor: Putri Legia Damayanti

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button