Featured

Review Novel: ‘Norwegian Wood’ Bukan Sekadar Novel Romansa Biasa.

AksaraFeature – Bandung (10/05/2022) – Norwegian Wood merupakan salah satu novel karya best seller penulis asal jepang bernama Haruki Murakami. Novel ini menceritakan tentang seorang tokoh bernama Toru Watanabe yang mengenang kembali kisahnya saat ia masih duduk di bangku perkuliahan. Toru muda pada saat itu memiliki sahabat sejak kecil bernama Kizuki yang memiliki kekasih bernama Naoko. Seorang gadis cantik yang penuh dengan teka-teki.

Suatu ketika, Kizuki, sahabat Toru melakukan bunuh diri tanpa penyebab yang jelas untuk dipahami oleh orang-orang terdekatnya. Hal ini menjadi sebuah peristiwa besar sekaligus traumatis dalam kehidupan Toru maupun Naoko kekasihnya. Tragedi kehilangannya Kizuki dalam hidup mereka, mengantarkan Toru dan Naoko ke dalam sebuah hubungan khusus lebih dari teman. Mereka berdua menjadi sepasang kekasih, namun alih-alih seperti kisah cinta pada umumnya kedua insan ini terikat pada satu ikatan emosional yang sama yaitu dari rasa kehilangan Kizuki dalam hidup mereka.

Singkat cerita, Naoko dengan tiba-tiba menghilang tanpa kabar berminggu-minggu. Dengan segala usaha, Toru terus mencari-cari keberadaannya sampai ia akhirnya mendapatkan informasi bahwa Naoko sedang berada jauh di tempat pusat rehabilitasi untuk menyembuhkan traumanya. Keadaan Naoko begitu rapuh dan penuh dengan luka, hingga Toru sekali pun tidak bisa berbuat banyak untuk menolong keadaannya tersebut.

Novel ini menceritakan sebuah kisah yang menggambarkan sisi psikologis para tokoh yang dihadapkan oleh masalah serta “luka” trauma yang pernah terjadi dalam kehidupan mereka dan bagaimana mereka tetap menjalankan kehidupannya. Bukan hanya itu, novel ini juga berhasil menunjukkan perasaan atau emosi karakter dengan detail yang membawa pembacanya hanyut dalam suasana.

Namun sebelum memutuskan untuk membaca, perlu diketahui bahwa Norwegian Wood merupakan novel dengan tema yang bersinggungan dengan gangguan kesehatan mental serta penulisan hubungan seksual yang cukup eskplisit. Maka dari itu, novel ini mungkin akan kurang nyaman untuk dibaca bagi para pembaca yang sensisitf akan hal tersebut.

Penulis: Ni’matul Rihhadatil Aisy.

Related Articles

Back to top button