Antisipasi Radikalisme di Jawa Barat MMB Buat Video Kreatif

0
135
{"total_effects_actions":0,"total_draw_time":0,"layers_used":0,"effects_tried":0,"total_draw_actions":0,"total_editor_actions":{"border":0,"frame":0,"mask":0,"lensflare":0,"clipart":0,"text":0,"square_fit":0,"shape_mask":0,"callout":0},"effects_applied":0,"uid":"5A3E72CA-8F52-4B54-A654-FE635AB24740_1585465245309","width":1280,"photos_added":0,"total_effects_time":0,"tools_used":{"tilt_shift":0,"resize":0,"adjust":0,"curves":0,"motion":0,"perspective":0,"clone":0,"crop":0,"enhance":0,"selection":0,"free_crop":0,"flip_rotate":0,"shape_crop":0,"stretch":0},"remix_data":["add_photo_directory"],"origin":"gallery","height":719,"subsource":"done_button","total_editor_time":47,"brushes_used":0}

AksaraNews, Bandung (29/03/2020) – Radikalisme menjadi ancaman besar bagi NKRI, karena tidak hanya merusak tatanan negara bahkan tatanan sosial. Perkembangan paham radikal dewasa ini menjadi perhatian banyak pihak tanpa terkecuali jurnalis dan pemuda. Tentu ini perlu menjadi tugas kita bersama agar masyarakat bisa tetap tercerdaskan dan terhindar dari paham-paham radikalisme yang menyimpang sehingga dijauhkan kemungkinan untuk lahir teroris-teroris baru. Milenial Muslim Bersatu atau sering disebut MMB selaku organisasi non profit kerap melakukan sebuah forum diskusi atau seruan kepada generasi milenial agar senantiasa berperan aktif dalam menjaga tatanan sosial agar tidak nudah terpengaruhi oleh pengaruh-pengaruh yang dapat memcah belah kondisi bangsa.

Maraknya persebaran virus Copid-19 dan Pemerintah mengeluarkan kebijakan Sosial Distancing/Diam di Rumah tak membuat MMB kehabisan akal untuk berbuat sesuatu. Berangkat dari berbagai kasus Terorisme di Indonesia yang lahir dari pemikiran radikal yang menyimpang, MMBberitikad mengadakan sebuah Video Edukasi yang berjudul “Peran Aktif Jurnalis dan Pemuda Dalam Membendung Penyebaran Radikalisme” bersama beberapa Narasumber yang dianggap relevan. Milenial Muslim Bersatu (MMB) turut menyuguhkan statemen dari narasumber yang berkompeten di bidangnya diantaranya Kurniawan Widodo beliau adalah mantan narapidana teroris, H Wawan Gunawan S.Ag, M.Ag dari perwakilan NU, Ridwan Fauzi M.H Dosen Pendidikan Kewarganegaraan (ITB) dan Faisal Akbar, S.H Pimpinan Redaksi Tasikraya.Com.

Radikalisme terkadang susah dibendung karena adanya paham atau doktrinasi yg ekslusif sehingga sangat sulit untuk dihimbau. Kurniawan selaku Mantan Narapidana Teroris di Kota Bandung menyampaikan, “Radikalisme itu hadir ketika seseorang atau kelompok merasa dirinya paling benar dan menganggap kelompok yang lain itu togut (kafir)”.Lebih lanjut Kunia mewanti-wanti agar pemuda dan media tidak terprovokasi oleh hoax tentang radikalisme itu buatan Pemerintah atau pihak asing (Amerika).

Sementara itu Pengurus Wilayah NU Jawa Barat Dr. Wawan Gunawan menjelaskan hal serupa “Bahwa Radikalisme itu pemikiran yang mengkritik tatanan sosial dan berniat menggantikannya dengan yang baru”. Hal tersebut juga di afirmasi oleh Dosen Institut Teknologi Bandung, Ridwan Fauzi, M.H yang menjelaskan bahwa Radikalisme itu nyata dan ada melalui kajian tertutup. Lebih lanjut Ridwan juga memberikan tips, “Bahwa keluarga adalah sumber pendidikan utama agar terbendungnya paham terorisme”tuturnya.

Dari pihak media, Pimpinan Redaksi TasikRaya.com menjelaskan, “Bahwa peran pemerintah, media dan masyarakat sangat penting agar mampu membendung paham radikalisme khususnya agar tidak menimbulkan instabilitas nasional”. Bapak Kurnia Widodo selaku Mantan Teroris pun memberikan solusi, “Jangan mudah fanatik terhadap suatu pemahaman apalagi pemahaman tersebut mudah mengkafirkan orang lain” Dr. Wawan Gunawan juga menambahkan solusinya menghindari paham radikalisme, “agar organisasi Islam Moderat kembali pada fungsinya sebagai rujukan umat dan agar masyarakat jangan memahami agama dari sumber yang instan seperti medsos”.

Sumber Pemuda Peduli Bangsa (PPB)