Featured

Antusiasme Masyarakat dalam Lomba Balap Lari Menjelang Sahur di Telkom University

AksaraNews, Bandung (20/04/2023) – “1… 2… 3…!” teriak wasit, dan langsung berlarilah kedua peserta balap lari bersama gemuruh sorakan antusias dari pagar orang-orang yang juga merekam keseruan kedua peserta yang berlari menuju garis finish.

Suasana balap lari di depan gate 2 Telkom University menjelang waktu sahur menjadi perbincangan di berbagi media sosial seperti TikTok dan kerap muncul pada akun Instagram @dramatelyu. Balap lari ini bermula dari keisengan beberapa mahasiswa Telkom University dan belum pernah terjadi sebelumnya. Tidak hanya menarik minat dari warga sekitar dan sivitas akademika Telkom University, tetapi juga menarik perhatian mahasiswa dari perguruan tinggi lain yang penasaran dengan kegiatan tersebut sebagai pengisi waktu menjelang sahur. 

Lewat wawancara dengan Aksara (09/04), Akeng selaku pihak tukang parkir dan wasit balap lari juga tidak menyangka bahwa balap lari yang berawal dari keisengan (26/03) itu mengundang banyak elemen masyarakat Bandung ke depannya. Keseruan itu kini kian digelarkan, peminat penonton membanyak sampai perkiraan estimasi pengunjung bisa mencapai ratusan untuk menonton balap lari tiap kali diadakan.

Memanfaatkan keadaan, Akeng serta pihak tukang parkir lain merasa diuntungkan karena banyaknya jumlah orang yang datang dan membutuhkan tempat parkir. Selain itu, penjual kaki lima dapat menjual makanan dan minuman kepada orang-orang untuk menemani mereka menonton kegiatan balap lari tersebut. Kegiatan tersebut dirasa menjadi sumber penghasilan lain oleh beberapa pihak.

Balap lari yang berjarak 100 meter sendiri, dari garis mulai depan gate 2 Telkom University sampai depan tugu bunderan Telkom University. Teknis sebelum lomba lari itu dilaksanakan, Akeng menjelaskan bahwa kedua peserta cukup saling sepakat saja dan tinggal langsung main. Setelah wasit menghitung sampai 3, kedua peserta berlari menuju garis finish dan diharapkan untuk tetap lari di lajurnya masing-masing dan tidak boleh memotong lajur peserta lain. Sepengalaman Akeng sebagai wasit, ia sendiri merasa diuntungkan karena dari beberapa pihak balap lari murah tangan memberikan Akeng uang komisi. 

Sebelum dilaksanakannya balap lari, Kepin selaku pihak keamanan dan warga sekitar menjelaskan bahwa sudah dijadwalkan balap lari ini terlebih dahulu setelah melakukan mediasi bersama satpam Telkom University kalau pelaksanaan balap lari ini hanya dibataskan satu jam, dari jam 2 sampai jam 3. Terlepas mediasi yang dilakukan, Kepin memaparkan keputusan akhir untuk dijalankannya balap lari ini lewat Kepin sendiri yang mengetok-palu untuk diadakan balap lari atau tidak.

Walau pelaksanaan balap lari memotong sepenggal jalan, suasana massa masih terbilang ramai kondusif dan menghormati pengguna kendaraan dengan membukakan jalan. Meski demikian, Kepin juga merasa pasti ada pihak atau oknum lain yang merasa terganggu perjalanannya.

Kejadian yang tak terduga dapat berdampak pada nasib ajang balap lari itu juga, seperti pada Kamis (06/03) ada warga sekitar yang ikut menonton berlangsungnya balap lari tertabrak oleh pengguna motor. Lewat penjelasan Akeng dan Kepin, saat itu pengguna motor masih leluasa menggunakan jalan dari gate 2 karena penonton membukakan jalan, namun di depan tugu bunderan Telkom University masih ramai oleh massa dan pengguna motor lanjut tancap gas. Tidak menerima diserempet, korban langsung mengejar pelaku sampai jembatan Sukapura Telkom University.

Pada jam 4 subuh datanglah pihak berwajib ke lokasi, di saat itu juga massa sudah bubar dari jam 3. Akeng mengasumsikan dari kejadian tabrakan itu masing-masing pihak ada yang melapor ke pihak berwajib dan ada oknum lain yang merasa terganggu perjalanannya karena ada balap lari itu. Semenjak kejadian itu, keesokan harinya pun (07/03) polisi kembali lagi ke gate 2 pada jam 2. Seterusnya pun tidak diadakan lagi balap lari tersebut.

Keesokan harinya (08/03), pihak kampus Telkom University di akun Instagram ditmawa @ditmawa_univtelkom mengunggah pengumuman himbauan kepada seluruh sivitas Telkom University untuk tidak mengadakan dan mengikuti lomba lari karena mengganggu ketertiban umum dan segala bentuk pelanggaran ketertiban umum akan ditindak tegas oleh pihak berwajib. Di mana yang sebelumnya juga dibahas pada (06/03), saat Ditmawa mengundang seluruh UKM di Telkom University dalam Koordinasi dan Evaluasi Performansi Program Kerja TW I selama triwulan pertama dilaksanakan pada tahun 2023.

Penulis: Daffa Shiddiq Al-Fajri

Editor: Zida Naela Salsabilla

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button