Headline

Banjir Bandang Sukabirus-Dayeuhkolot

 

Banjir Bandang Sukabirus-Dayeuhkolot
Banjir Bandang Sukabirus-Dayeuhkolot

AksaraNews, Bandung (14/01/2024)- Sukabirus, 13 Januari 2024- Peristiwa banjir dahsyat melanda Sukabirus sejak kemarin pukul 6 sore, titk awal banjir di masjid An-Nur Sukabirus. Dalam wawancara eksklusif dengan narasumber antara lain Pak Omara, Ibu Anni, dan Ibu Mariyati kami memperoleh informasi mengenai dampak dan respons terhadap bencana ini.

Menurut Pak Omara, titik awal banjir mencakup area dari masjid An-Nur hingga Jalan Raya Dayeuhkolot dan mencapai Kecamatan Katapang Andir. Dayeuhkolot sendiri dapat diakses dari jalan raya dengan belok kanan menuju pasar.

Daffa, pewawancara, menanyakan tentang respons dari Basarnas dan Brimob. Pak Omara mengungkapkan bahwa hingga saat ini hanya relawan setempat yang memberikan pertolongan, terutama di sekitar Pasigaran dan SMP 1 Dayeuhkolot yang terdampak parah. “Belum ada bantuan dari Basarnas atau Brimob. Relawan yang membawa perahu datang sekitar waktu isya,” jelas Pak Omara.

Pewawancara juga bertanya mengenai keberadaan posko bantuan. Menurut Ibu Anni, bantuan yang telah diterima oleh warga masih terbatas nasi dan air. Bu Anni sendiri sedang berada di masjid yang difungsikan sebagai tempat pengungsian, sementara beberapa barangnya tinggal di rumah yang juga terkena dampak banjir. Sedangkan Pak Omara menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada posko bantuan yang didirikan di lokasi, sehingga pendistribusian bantuan masih terkendala.

Banjir Bandang Sukabirus-Dayeuhkolot
Banjir Bandang Sukabirus-Dayeuhkolot

Selain itu, listrik di wilayah terdampak sempat dimatikan oleh PLN sekitar pukul 9 malam kemarin. Hal ini menciptakan kondisi sulit bagi warga yang berusaha mengatasi dampak banjir dalam kegelapan.

Pewawancara juga menanyakan mengenai penyebab banjir kepada salah satu warga yaitu Bu Mariyati. Beliau menjelaskan bahwa banyak tanggul yang jebol, terutama di sekitar Braga dan Pasigaran. Tanggul yang semula berfungsi sebagai benteng itu tidak mampu menahan tekanan air yang keras dan dera, sehingga banyak tanggul yang jebol.

Situasi darurat ini masih memerlukan perhatian lebih lanjut dari pihak berwenang, terutama dalam hal penanganan bantuan dan perbaikan infrastruktur. Masyarakat Sukabirus berharap adanya respons cepat dan efektif untuk membantu mereka pulih dari bencana ini.

Reporter: Daffa Shiddiq Al-Fajri

Penulis: Luthfi Ardiansyah

Editor: Jasmine Fairuz

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button