Featured

BEM dan DPM Tel-U Angkat Suara Terkait Hasil Penetapan Ormawa 2023

AksaraNews, Bandung (31/01/2023) – Pasangan BEM terpilih, Andi Al-Musyawir sebagai presma dan Cut Afra Azzahra sebagai wapresma, serta Muhammad Omar Dhani sebagai DPM Kema Tel-U terpilih dari hasil Kongres Mahasiswa angkat suara atas hasil penetapan ormawa 2023 oleh Ditmawa yang dirasa diputuskan secara sepihak. Pada Kamis (19/01), Ditmawa menetapkan bahwa BEM dan DPM tidak lolos sebagai ormawa 2023 dan keputusan hasil Kongres Mahasiswa dinyatakan tidak sah karena tidak adanya sosialisasi terkait kongres. 

Satu hari pasca diumumkannya penetapan ormawa 2023 pada Jumat (20/01), Afra beserta perwakilan anggota DPM lainnya dipanggil menghadap kepada kemahasiswaan. Mereka berharap pertanyaan dan alasan keputusan Ditmawa tidak meloloskan BEM dan DPM tersebut dapat terjawab, “Pada saat kita datang ke kemahasiswaan, kemahasiswaan itu menyatakan bahwasanya hasil kongres kemarin itu tidak sah karena tidak adanya sosialisasi terkait kongres tersebut,” jelas Afra setelah diwawancarai oleh tim Aksara bersama dengan Andi dan Omar pada Senin, (23/01). 

Menambahkan jawaban Afra, Andi juga menjelaskan, “Perlu temen-temen ketahui juga, bahwasanya secara yurisprudensi itu tidak ada yang namanya kongres itu ada sosialisasinya. Kenapa tidak ada? Karena itu digantikan dengan surat ketetapan yang dikeluarkan oleh DPM Kema Tel-U pada 13 Desember 2022, dan juga ada penjelasan kiranya agenda apa dan tugas KPPK itu dijelaskan juga di Instagram dia perihal kongres ini.”

Alasan Tidak Diloloskannya BEM dan DPM Tel-U Hasil Penetapan Ormawa 2023

  • Surat Rekomendasi

Terdapat kesalahan kata pada surat rekomendasi Andi yang harus diubah pada bagian Head of Organization menjadi Presiden Mahasiswa untuk BEM Kema Telkom University.

  • Cuplikan video 

Kemahasiswaan memutarkan cuplikan video dari Andi yang menanyakan “Sejak kapan ormawa dan UKM diatur oleh kemahasiswaan?” Video tersebutlah yang menjadi landasan kemahasiswaan untuk tidak meloloskan fit and proper test presma terpilih, Andi Al-Musyawir. 

DPM juga turut mempertanyakan terkait hasil fit and proper test anggota DPM Kema Telkom University terpilih. Namun, kemahasiswaan tidak mempermasalahkan terkait hasil fit and proper test anggota DPM Kema Telkom University terpilih dan hanya mempermasalahkan Andi saja. 

  • Tidak adanya sosialisasi

Kongres Mahasiswa dirasa tidak sah karena tidak adanya sosialisasi mengenai adanya kongres tersebut.

Menurut penjelasan Andi terkait surat rekomendasi, Andi menyatakan bahwa tidak tersedia opsi untuk membuat surat rekomendasi sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) dan hanya tersedia opsi sebagai Head of Organization

Terkait cuplikan video presma terpilih, Andi menjelaskan bahwa narasi tersebut ia keluarkan ketika Kongres Mahasiswa berlangsung (22/12/2022), salah satu pimpinan ormawa mengatakan bahwa dia adalah perwakilan dari kemahasiswaan dan mengatakan bahwa kemahasiswaan merasa dibohongi. Pimpinan ormawa tersebut merasa bahwa Kongres Mahasiswa merupakan settingan dikarenakan tidak adanya sosialisasi mengenai Kongres Mahasiswa. Maka, untuk menanggapi pernyataan dari salah satu pimpinan ormawa tersebut, presma terpilih melontarkan pertanyaan “Sejak kapan ormawa dan UKM diatur oleh kemahasiswaan?” Hal tersebut bersifat pertanyaan bukan pernyataan seperti yang diasumsikan oleh kemahasiswaan yang menjadi landasan bagi kemahasiswaan untuk tidak meloloskan presma terpilih pada fit and proper test.

Mengenai sosialisasi Kongres Mahasiswa, Andi mengatakan bahwasanya tidak ada proses sosialisasi mengenai kongres seperti yang sudah diumumkan melalui Surat Ketetapan yang ttelah dipublikasikan melalui Instagram DPM Kema Telkom University @dpmkematelkomuniv dan melalui Instagram KPPK Telkom University @kppktelu2022, serta berkaca pada kongres-kongres yang pernah diselenggarakan sebelumnya yang perlu melakukan sosialisasi. 

Nasib Keputusan Hasil Kongres Mahasiswa 

Menimbang kembali keputusan Ditmawa terhadap hasil ormawa 2023, Afra menyarankan kemahasiswaan untuk mengumpulkan kembali ormawa, UKM, dan mahasiswa yang sepakat dengan hasil keputusan Kongres Mahasiswa dan menyarankan kemahasiswaan untuk membuka ruang diskusi terkait hasil keputusan Kongres Mahasiswa yang sudah disepakati dan sah. Tanggapan kemahasiswaan mengenai usulan Afra yakni kemahasiswaan akan mengusahakan untuk membuka ruang diskusi tersebut dengan waktu yang tidak dapat ditentukan.

Terkait mengapa hanya menyarankan untuk mengumpulkan yang sepakat saja pada hasil keputusan Kongres Mahasiswa, Afra menerangkan, “Karena posisinya hari ini yang didengar akhirnya adalah hanya teman-teman yang tidak sepakat saja, karena alasan dari DPM dan BEM Kema ini tidak diloloskan, yang pertama, karena kongres ini tidak diadakan sosialisasi sehingga BEM dan DPM Kema ini tidak diloloskan. Jadi kita bingung kenapa hasil kongres ini akhirnya tidak resmi. Nah, terkait teknis pengumpulannya nanti sepakat saja itu saya kembalikan lagi ke kemahasiswaan apabila ingin dipertemukan semua tidak masalah.”

Omar mengatakan bahwa DPM berkeinginan mengadakan pertemuan kembali dengan pihak Ditmawa untuk membahas alasan mengapa DPM tidak diloloskan. Padahal, menurutnya berkas dan hal-hal lainnya terkait DPM dinyatakan sah. “Pengen adanya ketemu lagi sama Ditmawa pengen ngobrol-ngobrol tentang ketidaklolosan DPM soalnya kan memang DPM ini lolos berkas dan sah-sah aja. Nah, kita harus omongin lagi sama anggota-anggota DPM yang lain-lain juga, nah nantinya gimana gak bisa diomongin seorang kan DPM itu sifatnya keputusan bersama anggota dewan ya, bukan keputusan pimpinan seorang jadi harus memang ada diskusi lagi dan mungkin sidang dalam internal DPM sendiri untuk kedepannya bagaimana,” jelas Omar.

Tidak dipengaruhi oleh hasil keputusan Ditmawa, Andi dan Afra menambahkan bahwa dengan keputusan lolos atau tidaknya BEM Kema sebagai ormawa 2023, mereka akan tetap menjalankan BEM Kema seperti biasa, “Ada dan tidak adanya SK dari Ditmawa Tel-U, kita akan tetap menjalankan BEM Kema seperti yang sudah diputuskan pada kongres kemarin, yang sudah jelas legitimasinya dari mahasiswa oleh mahasiswa untuk mahasiswa, jadi kita akan menjalankan BEM Kema Tel-U seperti biasanya dengan ada atau tidak adanya SK yang diberikan oleh kemahasiswaan.” ujar Andi dan Afra. 

Penulis: Daffa Shiddiq Al-Fajri

Editor: Zida Naela Salsabilla

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button