Headline

Bencana Longsor Cianjur, 2 Mahasiswa Telkom University Dikabarkan Hilang

AksaraNews, Bandung (25/11/2022) – Kabar duka datang dari sivitas akademika Telkom University. Dikabarkan dua mahasiswa hilang dalam bencana longsor akibat gempa di Kabupaten Cianjur pada Senin, 21 November lalu. Kedua mahasiswa ini adalah Hanif Pratama (23) yang tengah melakukan perjalanan dari  Bogor menuju Bandung bersama rekannya, Putri Ellennasuha (22). Kabar ini telah dikonfirmasi oleh Jihan Eliza, adik dari Hanif Pratama.

a

Menurut keterangan Jihan, Hanif dan Putri melakukan perjalanan Bogor-Bandung sekitar pukul 10.30 WIB menggunakan sepeda motor Honda Scoopy Merah dengan nomor polisi KT 5152 YG. Pada pukul 12.50 WIB, Hanif diketahui sempat melakukan kontak dengan temannya melalui telepon genggam. Keluarga menduga saat itu Hanif sedang berhenti di Arseven Coffee Corner.

“Kebetulan ar7 (Arseven Coffee Corner) itu memang tempat yang biasa abang saya datangi untuk istirahat jika perjalanan Bogor-Bandung.” Ujar Jihan saat tim Aksara wawancarai melalui direct message Instagram.

Jihan juga menambahkan bahwa saat dihubungi oleh keluarga pada pukul 13.15 WIB, Hanif sudah tidak membalas pesan, namun hingga pukul 13.21 WIB diketahui WhatsApp Hanif masih menerima pesan (delivered). Sepuluh menit setelah gempa terjadi, keluarga sudah hilang kontak dengan Hanif. Meski demikian, kekhawatiran yang dirasakan keluarga belum begitu memuncak sebab keluarga mengira Hanif tidak dapat dihubungi karena lemahnya sinyal telepon pasca gempa. Keluarga juga menduga keterlambatan kedatangan hanif di Bandung dikarenakan rute perjalanan yang berubah sebab akses jalan yang terputus akibat longsor.

Hingga Selasa pagi, keluarga belum menerima kabar apapun dari Hanif maupun Putri. Keluarga kemudian mengecek hunian Hanif di Bandung maupun Bogor, namun keberadaannya tak juga ditemukan. Saat itulah keluarga meyakini bahwa Hanif dan Putri menjadi korban bencana longsor di Kabupaten Cianjur. Hal ini diperkuat setelah keluarga melacak posisi ponsel Hanif yang ditemukan terhubung dengan Base Transceiver Stasion (BTS) Cugenang A pada pukul 12.42 WIB dimana lokasi BTS ini berada dalam radius bencana longsor Kabupaten Cianjur.

Tiga hari pasca gempa magnitudo 5,6 Cianjur, pihak keluarga tak kunjung mendapatkan titik terang terkait kabar Hanif dan Putri. Berbagai cara telah dilakukan keluarga dalam melakukan pencarian, diantaranya mendatangi lokasi kejadian longsor dan mendatangi RSUD Sayang, rumah sakit rujukan korban bencana longsor Cianjur. Sayangnya, hingga saat ini keluarga belum mendapatkan data korban longsor Cianjur yang telah terevakuasi.

“Belum ada data nama korban yang saya dapat karena kata nya RSUD Sayang itu akan didatangi oleh Pak Presiden, sehingga mereka mempersiapkan untuk itu.” Ujar Jihan.

Hingga kini keluarga terus melakukan pencarian dan memantau perkembangan 3 titik longsor akibat gempa di Cianjur. Dalam wawancaranya bersama Tim Aksara, Jihan menuturkan harapannya agar seluruh korban longsor Cianjur segera dievakuasi. Ia juga meminta bantuan agar segera menghubungi keluarga korban melalui nomor 08179196000 jika memiliki rekan relawan maupun tim Basarnas yang sedang melakukan evakuasi longsor di Kabupaten Cianjur.

 

Penulis: Rifqah Amaliyah

Editor: Tesyalonica Adriana Dewi

Related Articles

Back to top button