Bernostalgia dengan Serba-Serbi Kuliah Tatap Muka

    0
    133
    Sumber : kaskus.co.id

    AksaraFeature, Bandung (02/09/2020) – Tahun 2020 tampaknya menjadi tahun yang menyebalkan untuk memulai dekade baru. Bagaimana tidak, seluruh kegiatan harus terhenti karena wabah melanda dunia. Hampir semua sektor terdampak oleh wabah ini, tak terkecuali sektor pendidikan. Sektor ini tetap dilaksanakan walaupun secara daring.

    Bertemu teman di kelas yang riuh dan penuh gelak tawa tiba-tiba harus terhenti. Walaupun tugas kuliah tetap ada dan bahkan lebih banyak, momen-momen ketika berkumpul mengerjakan tugas bersama juga tidak lagi bisa dirasakan. Semua hal harus dilakukan secara daring melalui grup chat seperti Line atau aplikasi online meeting seperti Zoom atau Google Meet.

    Setelah harus menjalani kuliah online selama hampir satu semester, keinginan untuk kuliah tatap muka sepertinya tak akan segera terkabul. Menteri Nadiem Makarim telah memerintahkan semua perguruan tinggi menerapkan kegiatan perkuliahan secara daring.

    Untuk mengobati rasa rindu, mari kita sedikit bernostalgia dengan hal-hal seputar kehidupan mahasiswa Tel-U.

    Kelas Pagi

    Umumnya jadwal kelas bagi mahasiswa sangat fleksibel, tapi tidak selamanya berangkat kuliah selalu siang. Ada kalanya harus rela menerima jadwal pagi. Sementara sebagian mahasiswa terasa sulit untuk bangun pagi. Tidur larut karena mengerjakan tugas, nongkrong, nonton bareng, dan lain hal menjadi penyebabnya.

    Tak seikit kejadian menyebalkan tentunya, seperti KTM tertinggal meskipun sudah sampai kelas atau terpaksa tidak mandi agar tidak terlambat. Ketika berada dalam kelas kantuk pun tidak tertahan. Melakukan siasat untuk tidur dan tidak diketahui dosen adalah jalan ninja!

    Bagi mahasiswa Tel-U yang mendapatkan kelas di Gedung Kuliah Umum (GKU) tentu pernah merasakan panjangnya antrean lift di gedung ini pada pagi hari. Jika waktu sudah sangat mepet disarankan untuk menaiki tangga saja walaupun kelas ada di lantai 7, percayalah!

    Walaupun ‘riweuh’ dan menjadi penyumbang utama absensi, rasanya kelas pagi menjadi hal yang cukup dirindukan dari perkuliahan tatap muka.

    Cuaca dan Jalanan

    Mungkin cuaca panas dan jalanan macet tidak begitu dirindukan, namun kedua hal tersebut pasti menjadi hal yang paling diingat tentang Tel-U. Rasanya cuaca panas dan jalanan macet menjadi paket lengkap bagi mahasiswa ketika melintasi Jl. Terusan Buah batu. Selain itu, deretan truk pengangkut barang tak henti-hentinya membagikan debu pada pengendara lain dan menambah derita mahasiswa yang berangkat menuju kampus.

    Pagi hari di Bojongsoang pun seakan berlangsung begitu cepat, telat menghidupkan pendingin ruangan maka kamu akan merasakan sauna dadakan. Matahari di sini memang tidak suka menunggu terlalu lama, panasnya siap untuk membakar kulit.

    Tempat Makan

    Rasanya rindu sekali makan bersama teman-teman setelah berkutat dengan materi di dalam kelas. Makan sambil mengobrol tentang uang saku yang mulai menipis, rencana main yang tak kunjung terwujud, atau sekadar mabar (main bareng) sebelum kelas dimulai kembali.

    Biasanya mahasiswa akan memilih makan bersama di kantin atau tempat makan sekitar kampus. Tetapi, bukan mahasiswa jika tidak ada ‘keruwetan’ dalam hidupnya perihal memilih tempat makan saja harus beradu argumen terlebih dahulu. “Makanan di Wagot murah lo!” ucap salah satu teman, “Pengen makan pecel di Mbak Atun” yang lain berseru. Kemudian satu teman lagi berkata ”Ah jauh, Kancow aja yuk?” kira-kira seperti itulah percakapan yang terjadi.

    Dengan melakukan pembelajaran di rumah ‘keruwetan’ memilih tempat makan itu seakan hilang. Jika ingin makan, tidak perlu meminta persetujuan orang lain dengan segala alasannya.

    Hewan di Tel-U

    Bagi mahasiswa penyayang hewan, terdapat kerinduan pada kucing-kucing yang mendiami kampus. Bagaimana tidak, tingkahnya yang aneh serta lucu membuat kita tidak ingin jauh-jauh dari mereka. Sedihnya, pandemi membuat khawatir keadaan kucing-kucing sekarang. Makanan yang rutin diberikan mahasiswa sekarang tidak ada.

    Hewan penghuni kampus lain adalah burung-burung di sekitar kampus bagian belakang. Sepanjang jalan Fakultas Informatika menuju Fakultas Teknik Industri kamu akan menemukan kotoran burung yang terus berjatuhan. Jika sedang tidak beruntung, kotoran burung bisa jatuh di kepala.

    Diantara hewan-hewan di kampus, tak ada yang lebih mengundang tawa dibandingkan kambing. Hewan ini sering muncul ketika jalanan sekitar kampus sedang padat-padatnya. Jangan lupakan foto ikonik seorang bocah menaiki kambing di dekat kue balok Mang Salam.

    Tempat Ikonik

    Setiap tempat mempunyai cerita bagi setiap individu, baik itu senang maupun sedih. Terdapat beberapa tempat yang sering menjadi pembicaraan Telyutizen, yang pertama tentunya Danau Galau. Tempat untuk berolahraga atau sekedar bengong melamun melihat bocah-bocah berenang.

    Tempat kedua adalah Asrama, tempat yang menjadi saksi perjuangan mahasiswa baru untuk beradaptasi di dunia perkuliahan. Mitos tentang hantu yang terus tersebar dari angkatan ke angkatan, teman kamar yang asik maupun menyebalkan, air keran yang selalu kotor, dan segala cerita lain dibaliknya. Setahun menjadi penghuni asrama adalah momen yang tak tergantikan selama kuliah di Telyu.

    Yang terakhir adalah perpustakaan atau Open Library (Oplib). Bisa dipastikan semua mahasiswa Tel-U pernah masuk ke open library, setidaknya satu kali saat pengenalan kampus. Terdapat 2 jenis mahasiswa pengunjung Oplib yang pertama adalah datang untuk keperluan perkuliahan dan yang kedua datang hanya untuk menghabiskan waktu dengan membaca atau hanya duduk santai sambil minum kopi dan teh gratis.

    Kegiatan Diluar Akademis

    Bagi mahasiswa yang mengikuti kegiatan diluar akademis baik itu organisasi maupun UKM, tentu kegiatan setelah pandemi jauh lebih sedikit. Tidak ada lagi tidur bareng di sekre, tidak tidur selama beberapa hari untuk mempersiapkan acara, serta dikejar target penjualan danus-an (dana usaha) yang lebih sering dimakan sendiri.

    Tidak lupa rapat yang ngaret karena harus menunggu anggota lain dan tentu selesainya juga akan ngaret. Jika larut dalam suasana, biasanya obrolan dilanjut di Warkop atau kostan salah satu anggota.

    Jika harus dituliskan akan sangat banyak hal yang dirindukan dari kuliah tatap muka. Serba-serbi kehidupan kuliah memang belum bisa kita lakukan seperti sedia kala. Dengan melakukan segala hal di rumah seharusnya tidak mengurangi semangat untuk menimba ilmu, toh semua orang juga merasakan hal yang sama.

    Tertundanya kuliah tatap muka juga bukan berarti kamu kuliah sendirian, kamu tetap akan berjuang bersama teman walaupun berjarak. Isi hari dengan kegiatan positif serta pererat hubungan dengan orang di rumah .

    Layaknya seorang pasangan yang sedang berhubungan jarak jauh, ketika akhirnya bertemu kerinduan itu akan terlampiaskan. Kamu juga harus menahan rindu segala hal yang berhubungan dengan kuliah tatap muka. Kerinduan sekarang akan terbayar ketika pandemi telah usai.

    Penulis : Fanji Aburizal

    Editor : Yudinda Gilang Pramudya