KaryaSastra

Dan Aku Menangis

Pada suatu pagi yang begitu ranum

Aku mengunjungi kuburmu

Bukan seperti rindu, sekadar kepingin temu.

Kuburmu masih basah.

Wanginya masih mengepul

Persekian detik aku menghampiri

Berharap segala yang terjadi memang sudah sepatutnya

Diriku begitu bergemuruh; serentak

Hingga tak kusadari, sedari tadi

Didepanku ada seorang pria bersetelan hitam; saat kulihat sekilas

Tubuhnya tinggi menjulang; kutebak saat melihat bayangnya

Tangannya penuh dengan payung.

Begitu juga tangan sebelah kiri; penuh dengan—sekilas terlihat seperti—buku catatan

Aku tak mengenalnya, mungkin kenalanmu

Tapi yang mana?

Entahlah;

Demikian aku mulai menabur kembang,

Menyiram air, 

Merapal doa.

Pria itu tetap bergeming; didepanku

Sesaat ketika kakiku hendak melangkah,

“Kemarin aku menemuinya, damai menyelimuti segenap dirinya”

Dan aku menangis.

 

(Mega Vebika)

Check Also
Close
Back to top button