Headline

Degredasi Politik dan Demokrasi Indonesia, Festival Bandung Lautan Api Digelar

AksaraNews, Bandung (26

Degredasi Politik dan Demokrasi Indonesia, Festival Bandung Lautan Api Digelar
Degredasi Politik dan Demokrasi Indonesia, Festival Bandung Lautan Api Digelar

AksaraNews, Bandung (26/01/2024)  – Dihelatnya Festival Bandung Lautan Api di Taman Musik Bandung pada hari Kamis 25 Januari 2024 menjadikan acara ini sebagai media untuk rekan-rekan perlawanan setelah menyikapi banyaknya keresahan menjelang pesta demokrasi 2024 nanti dan degredasi kompetensi intelektualitas tiap calon wakil rakyat.

Festival Bandung Lautan Api berangkat dari rasa ketidaketisan setiap individu atau partai politik yang menghalalkan berbagai cara untuk bisa mendapatkan kedudukan sebagai wakil rakyat. Salah satunya seperti kesalahan sistematik yang dilakukan secara terang-terangan dengan memberikan elektabilitas kepada mantan napi yang terjerat korupsi. Acara ini senantiasa mengajak setiap kelompok masyarakat Bandung untuk menepis keberlanjutan sistem feodal dan oligarki ini.

Meski waktu mulai Festival tertunda selama 30 menit dari waktu yang ditentukan, yaitu pukul 16.00 WIB, rundown Orkestrasi Festival Bandung Lautan Api tetap berlanjut. Penampilan dibuka dengan marawis oleh UKM Lasmi dari Universitas Al-Ghifari yang membawakan lagu Qomarun dan Busyrolana.

Setelah itu, dilanjut musikalisasi puisi dan beragam orasi Presiden Mahasiswa dari berbagai Universitas di Bandung. Masing-masing orator memberikan beragam kritik seperti kekurangan masing-masing paslon presiden dan wakil presiden, calon legislatif, sistem demokrasi Indonesia, dll.

Di tengah agenda Festival Bandung Lautan Api, salah satu orator menekankan terkait kasus Aksi Aspirasi Mahasiswa Jawa Barat Bergerak (22/01) yang dibayar bukanlah bagian dari mereka. Setelah musikalisasi kedua pun, mereka juga kembali mengkritisi kegiatan amoral tersebut, menegaskan bahwa itu bukanlah mahasiswa karena harga diri mereka tidak akan mau dibayar untuk melakukan aksi tersebut.

Kegiatan terakhir adalah diskusi bersama Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) membahas Indonesia saat ini dan bagaimana keberlanjutan pemilu. Setelah itu kegiatan ditutup dengan foto bersama dan hiburan seperti performasi Jack&John dan Santiago Muzik.

Penulis: Daffa Shiddiq Al-Fajri

Redaksi: Jasmine Fairuz

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button