Demonstrasi Berujung Ricuh, Polisi Bubar Paksa Massa

0
149
  • AksaraNews, Bandung (07/10/2020) – Terjadi demonstrasi penolakan terhadap UU (Undang-Undang) Cipta Kerja di Gedung DPRD Jabar (Jawa Barat). Demonstrasi dimulai dengan orasi dan pembakaran ban dari aliansi mahasiswa pada pukul 12.00 WIB. Jumlah massa terus bertambah dari berbagai golongan masyarakat hingga pukul 16.30 WIB. 

Demonstran meminta bertemu dengan perwakilan DPRD Jabar untuk melakukan mediasi penolakan UU Cipta Kerja. Namun, demonstran menolak mediasi yang disarankan dengan humas dari DPRD Jawa Barat. 

Serikat Buruh Militan Genta (Sebumi) ikut bergabung dan menyampaikan orasi di depan Gedung DPRD Jabar. Aminah, sebagai salah satu anggota Sebumi, berpendapat “ada beberapa poin bahkan banyak (dari UU Cipta Kerja), yang merugikan kami.” Disebutkan oleh Aminah, beberapa poin tersebut seperti perluasan sektor outsourcing, tidak ada perhatian terhadap perempuan yang sedang haid, dan pengupahan per jam. 

Aminah mengaku dirinya telah di-PHK karena pandemi Covid-19 dan hingga saat ini masih belum menerima uang pesangon dari perusahaan tempat ia bekerja sebelumnya. “Tidak ada kejelasan sama sekali, seharusnya kita dilindungi,” tambahnya. 

Demonstrasi berlangsung kondusif hingga sekitar pukul 16.30 WIB, demonstran mulai melakukan pelemparan batu. Beberapa saat kemudian, kondisi semakin tidak terkendali ketika lempar batu antar demonstran dan oknum terjadi. Kericuhan yang terjadi memaksa bubar demonstran dan beberapa oknum tidak dikenal melakukan penyerangan terhadap pers.

Reporter Aksara sempat mengalami tindak kekerasan oleh oknum. Oknum tersebut berusaha merebut ponsel dan menghapus paksa data-data foto dan video dokumentasi kekerasan yang mereka lakukan. 

Menurut unggahan beberapa media di instagram,  sejumlah demonstran yang cedera dievakuasi ke kampus Universitas Pasundan dan Universitas Islam Bandung. Hingga pukul 20.00 WIB, kondisi Gedung DPRD Jabar terpantau terkendali dan tetap diawasi oleh sejumlah polisi. 

Penulis : Falaah Saputra Siregar

Editor : Nur Azizah Arini Putri