Featured

Dopamine Detox: Cara Riset Otak Untuk Kembali Produktif

AksaraFeature, Bandung (29/11/2022) – Scrolling media sosial memang mengasyikkan, kita disuguhkan banyak konten baru dan menarik setiap detiknya. Akan tetapi jika aktivitas tadi dilakukan secara berlebihan juga memiliki dampak yang buruk untuk kesehatan kita, lho.

Bermain game, berbelanja, menonton film, atau sekadar scrolling video TikTok dapat memberikan sensasi menyenangkan yang meningkatkan kadar zat kimia pada otak kita. Senyawa kimia tersebut dinamakan hormon dopamin atau hormon yang dapat mempengaruhi perilaku dan fisik yang meliputi aktivitas belajar, motivasi, tidur, maupun suasana hati. Oleh karena itu, paparan hormon dopamin yang berlebihan dapat menyebabkan ketergantungan atau mengganggu aktivitas tertentu.

Mengenal Dopamine Detox

Detoksifikasi dopamin atau puasa dopamin dipopulerkan pertama kali oleh Dr. Cameron Sepah, seorang psikiater asal California dalam tulisannya yang berjudul “Dopamine fasting 2.0” . Dopamine detox bertujuan untuk mengontrol perilaku impulsif dan kecanduan yang disebabkan oleh produksi hormon dopamin berlebih. Peningkatan dopamin tersebut dipicu oleh aktivitas yang memberikan rasa candu, diantaranya:

  • Bermain media sosial secara berlebihan
  • Menghabiskan waktu bermain game online
  • Berbelanja secara berlebihan
  • Terlalu banyak menonton TV
  • Makan berlebihan ketika sedang emosi
  • Menonton video porno secara terus menerus

Dengan berpuasa dari aktivitas yang memicu lonjakan emosi efek dopamin, maka dapat meminimalisir rasa kecanduan dan ketergantungan pada aktivitas tersebut.

Cara Melakukan Dopamine Detox

Kita memang tidak bisa sepenuhnya menghilangkan dopamin pada diri kita, faktanya kita tetap membutuhkan hormon tersebut. Akan tetapi, kita dapat mengurangi adiksi atau kecanduan dari aktivitas yang dirasa sudah mengganggu kehidupan kita untuk tetap produktif.

Dopamine detox dapat dilakukan secara bertahap dengan mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan dalam aktivitas yang membuat kita kecanduan. Contohnya mengurangi waktu dalam scrolling media sosial dari yang biasanya 1 jam menjadi 30 menit per hari, atau berpuasa selama satu hari tidak membuka media sosial atau bermain game online. Kita juga bisa membuat jadwal rutin untuk meningkatkan produktivitas dan membatasi kegiatan tersebut.

Istilah “dopamine detox” juga seringkali dikenal dengan cara untuk mereset otak dari aktivitas itu-itu saja yang membuat kita merasa jenuh dan tidak produktif. Pada penerapannya, peran dopamine detox dalam mengatasi rasa adiktif akan suatu hal dinilai cukup efektif. Meskipun begitu, cara ini tidak sepenuhnya dapat menyembuhkan orang dengan tingkat kecanduan yang tinggi. Jika mengalami hal tersebut, alangkah baiknya berkonsultasi kepada tenaga professional.

 

Penulis : Ni’matul Rihhadatil Aisy

Editor : Putri Legia Damayanti

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button