Featured

Enola Holmes 2, Sekuel Detektif dengan Sentuhan Feminis

AksaraFeature, Bandung (29/11/2022) – Enola Holmes 2 merupakan lanjutan dari sekuel pertamanya Enola Holmes yang diadaptasi dari novel Enola Holmes Mysteries karya Nancy Springer dan dirilis pada tahun 2020 oleh Netflix. Berbeda dari film pertamanya yang diadaptasi dari novel dengan kasus sederhana, Enola Holmes 2 ini menghadirkan cerita orisinal karangan sutradara dan penulis naskah, Harry Bradbeer dan Jack Thorne. Sutradara Harry Bradbeer mengupas Enola Holmes 2 ini dengan konsep unik yaitu dengan menghadirkan monolog Enola yang ditujukan langsung kepada penonton sehingga penonton akan merasa terlibat dalam pemecahan kasus di film Enola Holmes 2 ini.

Film ini masih berfokus kepada sosok adik Sherlock Holmes yaitu Enola yang diperankan oleh Millie Bobby Brown. Film yang digarap oleh Harry Bradbeer ini mengangkat kasus yang lebih kompleks dan serius dibanding dengan sekuelnya yang pertama. Enola Holmes 2 menceritakan tentang Enola yang mengikuti jejak kakak laki-lakinya dengan menjadi detektif swasta.

Mencari Sarah Chapman seorang buruh perempuan yang hilang merupakan kasus pertama dan satu-satunya yang menjadi harapan bagi Enola sebelum menyerah dengan mimpinya menjadi seorang detektif swasta perempuan pertama. Meskipun kasus yang diangkat dalam film ini merupakan fiksi, namun karakter Sarah Chapman yang diperankan oleh Hannah Dodd terinspirasi dari figur dunia nyata yang memimpin aksi mogok buruh pabrik korek api di London pada abad ke-19 yang dikenal sebagai ‘The Matchgirls Strike of 1888’, di mana peristiwa tersebut menjadi cikal bakal gerakan kesetaraan gender dan keadilan di tempat kerja.

Kasus hilangnya Sarah Chapman ini bukan merupakan kasus orang hilang biasa. Kasus ini berkaitan dengan kasus yang sedang ditangani oleh Sherlock Holmes yaitu kasus korupsi besar, konspirasi pemerintah, dan misteri pembunuhan hingga mengakibatkan banyak korban. Untuk memecahkan kasusnya, Enola memutuskan menyamar menjadi salah satu buruh di pabrik korek api tempat Sarah Chapman dan adiknya Bessie bekerja.

Selama penyamarannya, Enola menemukan beberapa kejanggalan seperti perempuan buruh korek api dengan rahang yang membengkak karena benjolan besar, dan bekas robekan kertas buku yang ia temui dalam brankas di kantor pemilik pabrik tersebut. Kejanggalan tersebut membawa Enola kepada kebenaran tentang pabrik korek yang melakukan korupsi terhadap bahan baku pembuatan korek, di mana korek yang diproduksi oleh pabrik tersebut menggunakan campuran fosfor, antimon sulfida, dan kalium klorat yang dapat menyebabkan kanker tulang pada buruh perempuan. Jenis kanker yang dikenal lewat pembengkakan rahang atau rusaknya bagian rahang yang umum disebut phossy jaw hingga akhirnya buruh yang terkena penyakit ini dipecat karena alasan membawa penyakit Tifus. Akhirnya Enola memilih untuk bekerja sama dengan Sherlock begitu pula dengan Tewkesbury. Hal ini ia lakukan agar suara dan tuntutan perempuan buruh korek api terdengar jauh sampai ke telinga pemangku kebijakan dan masyarakat sehingga ini akan menjadi awal dari perubahan sosial yang radikal yang nantinya akan mengubah nasib banyak perempuan.

Penonton disuguhkan dengan love-hate relationship antara Sherlock dan Enola yang interaksinya mencerminkan hubungan kakak-adik di dunia nyata. Kasus yang saling berhubungan membuat mereka saling membantu dalam memecahkan kasus yang mereka hadapi. Tentunya di awal film Sherlock sangat tidak mendukung Enola dalam menggapai mimpinya menjadi seorang detektif swasta karena Enola yang merupakan seorang perempuan dan dianggap masih kecil sehingga tidak seharusnya mengikuti jejak Sherlock sebagai detektif swasta yang pekerjaannya tergolong cukup berbahaya.

Tentunya film bergenre misteri, petualangan, dan kejahatan ini didukung dengan komedi ringan sehingga tidak bosan dan terlalu kaku atau sulit untuk ditonton.

 

Penulis : Cindy Benedicta Deliana

Editor : Putri Legia Damayanti

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button