Headline

Hasil Seleksi Penetapan Ormawa 2023: Telkom University Melangkah Tanpa BEM dan DPM Lagi?

AksaraNews, Bandung (21/01/2023) – Hasil akhir proses perevisian registrasi pembentukan ormawa Tingkat Universitas 2023 menetapkan bahwa 49 UKM lolos, sedangkan 2 ormawa lainnya yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dinyatakan tidak lolos. Hal tersebut disampaikan oleh Ditmawa pada Kamis (19/01) melalui Surat Pengumuman Nomor 022/MHS8/BKA/2023 yang diunggah pada akun Instagram @ditmawa_univtelkom. 

Proses registrasi atau pendaftaran ormawa dilaksanakan pada 17 November sampai dengan  26 Desember 2022. Selama proses registrasi tersebut, Kongres Mahasiswa yang dilaksanakan pada 22 Desember 2022 menghasilkan penetapan Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) serta 5 anggota DPM dari berbagai delegasi ormawa. Namun, Kongres Mahasiswa ini dinyatakan tidak sah karena BEM dan DPM tidak lolos hasil seleksi penetapan ormawa 2023. 

“Tidak bisa disahkan,” ujar Kepala Bagian Pengelolaan Kegiatan dan Kesejahteraan Mahasiswa, Edy Wibowo, saat wawancara bersama tim Aksara, pada Jumat (20/01). Alasan DPM dan BEM tidak lolos juga diterangkan oleh Edy, “Ya, sama kita juga melakukan verifikasi administrasi, kemudian fit and proper test untuk BEM-DPM, ya, ada wawancara ada tes OMNI, kemudian kita lihat rekam jejak dan seterusnya seperti itu, kemarin itu. Terkait apa kita umumkan tidak lolos karena tidak memenuhi, tidak compare dengan aturan.”

Kelonggaran waktu sudah diberikan kepada BEM dan DPM sejak tahun lalu. Sebelum kedua ormawa tersebut kembali dinyatakan tidak lolos, pihak kemahasiswaan telah mengingatkan untuk mempersiapkan pendaftaran ormawa 2023 sejak Mei 2022. “Sebenarnya kita kemarin memberikan kelonggaran waktu, ya, jadi ketika tahun lalu itu tidak lolos kita sampaikan ke penyelenggara, silahkan disiapkan dari bulan Mei sampai Desember. Intinya bukan kita tidak memberi kesempatan, ya, sudah panjang waktu yang sudah diberikan,” terang Edy. 

Mengenai detail alasan tidak diloloskannya BEM dan DPM pada ormawa 2023 juga baru dapat disampaikan setelah Kemahasiswaan menyerahkan surat kepada pihak terkait pada Selasa (24/01). “Kalau datangnya minggu depan akan saya jawab karena rencana kan ini hari Selasa ya, kemungkinan Selasa ini akan kami serahkan suratnya ke penyelenggara yang kemarin,” ujarnya.

Kekosongan kursi BEM dan DPM bukanlah kali pertama terjadi di Telkom University. Hal ini sudah pernah terjadi pada tahun sebelumnya, di mana BEM tahun lalu tidak ada karena calon yang mendaftar tidak memenuhi syarat PU Rektor (IPK tidak memenuhi syarat). “Kalau tahun kemarin calonnya tidak memenuhi syarat sebagai calon ketua BEM,” ujarnya. Setelah tim Aksara memastikan alasan tersebut dikarenakan faktor IPK, Edy mengiyakan. Tidak hanya itu, Edy menerangkan kepincangan BEM tahun lalu juga dikarenakan hanya ada pasangan calon tunggal, “Kalau misalkan tidak tunggal, kan, masih berjalan ya. Cuman satu pasang ya tahun lalu, ketika tidak memenuhi syarat, ya sudah, tidak memenuhi syarat.”

Dengan absennya BEM dan DPM tahun ini, jika sivitas akademika atau ormawa merasa penting dan memerlukan adanya BEM dan DPM, kemahasiswaan akan melakukan evaluasi dan meminta arahan kembali dengan direktur kemahasiswaan, Desy Dwi Nurhandayani. “Makanya nanti kita lihat, sebenarnya kan sudah close ya, kalau memang teman-teman menganggap penting, perlu gitu ya. Itu kembali dengan bu direktur kan, ini ada seperti aspirasi, kita akan minta arahan ke direktur kemahasiswaan.” ujar Edy. 

Penulis: Daffa Shiddiq Al-Fajri dan Rifaldi Ricky Suryansyah

Editor: Zida Naela Salsabilla

 

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button