Kebijakan Kampus Merdeka dalam Kurikulum 2020

    0
    686

    AksaraFeature, Bandung (04/09/2020) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI) Nadiem Anwar Makarim telah mengeluarkan kebijakan “Merdeka Belajar, Kampus Merdeka”. Kebijakan ini melahirkan lima peraturan menteri baru, yakni:

    1. Permendikbud No 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
    2. Permendikbud No 4 Tahun 2020 tentang Perubahan Perguruan Tinggi Negeri menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum.
    3. Permendikbud No 5 tahun 2020 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi.
    4. Permendikbud No 6 tahun 2020 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri
    5. Permendikbud No 7 tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri dan Pendirian, Perubahan dan Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Swasta.

    Menyikapi hal ini, Telkom University (Tel-U) menandatangani Deklarasi Merdeka Belajar yang dilaksanakan pada hari Jumat (6/3/2020) di Gedung Damar Tel-U. Mengutip dari situs resmi Telkom University, Rektor Prof. Adiwijaya dalam sambutannya mengatakan bahwa Tel-U akan mengimplementasikan program merdeka belajar pada tahun ajaran 2020/2021 melalui program Work Ready Program melalui program internship, entrepreneurship, dan researchship. Hal itu tertuang pada kurikulum baru yang  diterapkan dalam perkuliahan semester ganjil 2020/2021 yang disebut sebagai kurikulum 2020. Bahkan, Tel-U disebut sebagai kampus pertama yang mendeklarasikan secara terbuka bersama civitas academica, pemerintah, dan para pelaku industri.

    Mengutip dari IDN Times, Telkom University pada Agustus 2019 silam mengundang wakil dari sejumlah perusahaan di Jakarta untuk melakukan focus group discussion (FGD), yang dilaksanakan setiap empat tahun sekali oleh masing-masing fakultas. Lingkungan dan sifat industri terus menerus berubah karena pengembangan teknologi begitu cepat merupakan salah satu alasan universitas untuk menyusun kurikulum yang sesuai.

    “Tujuan kita memang supaya lulusan yang kita hasilkan sesuai apa yang dibutuhkan industri, 4 tahun sekali. Sehingga tahun 2020 kita akan launching kurikulum yang baru. Untuk menyusun ini salah satunya adalah kita minta feedback dari industri, tentang kualitas kita yang sebelumnya dan kira-kira yang dibutuhkan ke depan seperti apa. Kita lakukannya ini sebanyak 7 kali, sesuai dengan fakultas yang ada di Telkom University,” kata Desy Dwi Nurhandayani, Direktur Pusat Pengembangan Karier Telkom University, dikutip dari IDN Times.

    Ada 4 pilar utama dalam Kampus Merdeka, di antaranya: Pembukaan Program Studi Baru, Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi, Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum, dan Hak Belajar Tiga Semester di Luar Program Studi. Mengutip pernyataan Wakil Rektor I Bidang Akademik Tel-U, Dr. Dadan Rahadian dalam webinar sosialisasi kebijakan “Merdeka Belajar, Kampus Merdeka” pada 2 Juli silam, beliau menyampaikan bahwa fokus diarahkan kepada pilar ke empat, sesuai dengan Permendikbud No.3 2020, tentang standar nasional pendidikan tinggi.

    “Yang dikatakan merdeka belajar adalah mengikuti proses Pembelajaran di luar Program Studi. Sehingga mahasiswa wajib mengikuti 4 semester di dalam prodi, lalu maksimal 1 semester di luar prodi di perguruan tinggi yang sama, dan maksimal 2 semester di luar prodi di perguruan tinggi yang berbeda (eksternal),” tambah Dadan.

    Berikut rangkuman dari beberapa kebijakan baru terkait kurikulum 2020 dan menjadi implementasi dari pelaksanaan kebijakan “Merdeka Belajar, Kampus Merdeka”.

    1. WRAP (Work Ready Program)

    Program WRAP terbagi menjadi tiga konsentrasi, ada Internship, Entrepreneurship, dan Researchship. Sehingga lulusan Tel-U nantinya akan terbagi menjadi tiga profil besar, profesional, praktisi, dan usahawan jika mengambil kelompok WRAP. Hal ini dimaksudkan untuk menyiapkan lulusan-lulusan yang siap menghadapi perkembangan dunia kerja.

    Untuk WRAP Enterpreneurship, Tel-U bekerjasama dengan Bandung Techno Park (BTP) untuk menjadi mitra. Pengambilan mata kuliah WRAP dilaksanakan mulai semester 7 untuk program Sarjana dan semester 5-6 untuk program Diploma. Kemudian mahasiswa akan dibimbing oleh mentor dari BTP.

    2. MKPM (Mata Kuliah Pilihan Mahasiswa)

    Para program MKPM, di dalamnya terdapat Mata Kuliah Pilihan Universitas, Mata Kuliah Lintas Prodi, Kegiatan Magang di Unit-Unit, Kegiatan pengabdian masyarakat (Abdimas), Student Exchange, Summer School, dan lain sebagainya.

    Menurut Standar Nasional Perguruan Tinggi (SNPT) baru di Permendikbud No. 3 tahun 2020, jenis-jenis kegiatan MBKM meliputi Pertukaran Pelajar/Student Exchange, Magang/Praktik Kerja, Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan, Penelitian, Proyek Kemanusiaan, Studi/Proyek Independen, dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Sedangkan kegiatan Merdeka Belajar khas Tel-U meliputi program WRAP dan Mata Kuliah Lintas Program Studi dan Magang Unit.

    Mekanisme penerapan Merdeka Belajar tidak serta-merta bisa dilakukan secara bebas dan dibuka untuk seluruh mahasiswa. Beberapa MKPM harus melewati prosedur yang ditetapkan, semisal mengikuti seleksi dan mengajukan diri kepada dosen wali dan Kaprodi. Penilaian dilakukan oleh pembimbing industri bersama dengan dosen pembimbing. Kemudian, disetorkan untuk memperoleh pengakuan SKS dan konversi nilai, kemudian dimasukkan ke dalam Kartu Studi Mahasiswa (KSM).

    Selain itu, pengambilan kuliah terutama di luar perguruan tinggi juga harus berdasarkan kerja sama antar-kampus, asas kesetaraan. Kebijakan tersebut akan diatur berangsur-angsur.

    Penulis : Iqbal Abdul Ra’uf

    Editor : Dewa Made Surya