Featured

Kepadatan Lahan Parkir Motor GKU yang Meresahkan Mahasiswa

AksaraNews, Bandung (05/03/2023) – Kepadatan lahan parkir motor di Telkom University, terutama di Gedung Kuliah Umum (GKU), menjadi perhatian banyak pihak. Telkom University memiliki tiga area parkir yang dapat digunakan oleh seluruh mahasiswa, yaitu parkiran gate 2, parkiran GKU (Gedung Kuliah Umum), dan parkiran gate 4. Namun, parkiran GKU merupakan area parkir yang paling padat dan tidak kondusif, hal ini disebabkan oleh penggunaan parkiran tersebut oleh tiga gedung perkuliahan yang digunakan oleh mahasiswa dan juga penghuni asrama. Kepadatan ini seringkali membuat mahasiswa kesulitan dalam mencari tempat parkir yang kosong, terutama pada jam-jam sibuk. Alhasil, banyak mahasiswa yang terlambat ke kelas dan mengalami ketidaknyamanan.

Ketidak kondusifan area parkir ini disebabkan oleh lahan yang terbatas dan penempatan motor yang tidak teratur oleh mahasiswa. Padatnya area parkir GKU sendiri tidak jarang menimbulkan keresahan, seperti kemacetan yang disebabkan oleh mahasiswa yang parkir sembarangan dan penambahan barisan parkir yang menyebabkan kesulitan saat hendak keluar area parkir. Penambahan barisan parkir ini juga menyebabkan banyak motor mahasiswa yang berpindah tempat dan tergores karena barisan parkir yang bertumpuk.

Satpam yang bertugas di area parkiran GKU, Arif Santoso, telah menerima banyak keluhan dari para mahasiswa mengenai keadaan parkir yang tidak kondusif. Meskipun Arif sudah berusaha untuk memeriksa dan mengawasi area parkir, namun karena keterbatasan waktu dan tenaga, tidak semua kendaraan motor milik mahasiswa dapat diperiksa secara detail. Oleh karena itu, Arif menekankan kepada para mahasiswa untuk memperhatikan tata cara parkir yang baik dan menjaga kerapihan agar tercipta suasana parkir yang lebih tertib dan nyaman. 

Sebagai upaya untuk mengatasi masalah parkir yang tidak kondusif di area GKU, Arif memberikan solusi, “Solusinya yang tadi bapak bilang, paling pake patok, tarik garis untuk jalur, jalur masuk sama jalur keluar, mungkin Insya Allah bisa dibedakan jalur keluar dan masuknya ke mana mungkin gak akan crowded. Sebenarnya, crowdednya dikarenakan cuman satu jalur, jadi yang masuk yang keluar tabrakan, tapi kalau ada jalur keluar, jalur masuk, termasuk di sini ya, di sini pun kalau bapak arahnya jalur keluar ke sana, seperti jalur masuk, ntar ke ujung sana kan, jadi kan gak crowded tapi kebanyakan mahasiswa pengennya cepet ya.” ujarnya.

Arif Santoso berharap agar para mahasiswa/i yang menggunakan area parkir di GKU dapat lebih disiplin dan proaktif dalam memarkirkan kendaraannya agar keadaan parkiran menjadi lebih rapi. Selain itu, para mahasiswa/i juga dapat bekerja sama dengan satpam yang bertugas untuk mengatasi masalah kepadatan parkir. Misalnya, ketika barisan parkir penuh, mahasiswa/i dapat meminta saran dari satpam terkait area parkir yang masih tersedia. Dengan kerja sama yang baik antara mahasiswa/i dan satpam, diharapkan masalah kepadatan parkir dapat diatasi dengan lebih efektif.

Penulis: Rischa Zefaniya dan Diana Nur Fitriya

Editor: Zida Naela Salsabilla

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button