Keraton Terbesar di Cirebon Sebagai Media Pembelajaran Sejarah yang Menyenangkan

    0
    109
    sumber: google.com

    AksaraFeature, Cirebon (08/07/2019) – Cirebon merupakan destinasi wisata yang menarik, terdapat banyak objek wisata untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Keraton Kasepuhan Cirebon. Terdapat 3 keraton di Cirebon, yaitu Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan. Di antara ketiga keraton tersebut, Keraton Kasepuhan merupakan keraton tertua dan terluas di Cirebon. Berbeda dengan keraton yang lain, Keraton Kasepuhan masih dijadikan tempat tinggal Sultan Sepuh XIV dan keluarga.

    Keraton Kasepuhan didirikan oleh Pangeran Cakrabuana Putra Mahkota Kerajaan Pajajaran yang kemudian menyerahkannya kepada putrinya, Ratu Ayu Pakungwati. Kemudian dinamakan Keraton Pakungwati (masih dikenal hingga sekarang dengan sebutan Dalem Agung Pakungwati). Ratu Ayu Pakungwati kemudian menikah dengan sepupunya, Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati). Sunan Gunung Jati kemudian diangkat menjadi pimpinan di Cirebon dan bersemayam di Keraton Pakungwati. Sekitar tahun 1677-1679, Sultan Badridin mendirikan  Keraton Kanoman dan menjadi Sultan Anom I. Semenjak itu, Keraton Pakungwati disebut Keraton Kasepuhan. 

    Saat ini, selain menjadi tempat tinggal dan pertemuan ketika ada para petinggi datang, Keraton Kasepuhan menjadi objek wisata yang menarik perhatian. Kita bisa berkeliling Keraton yang luasnya mencapai 25 hektar, kita juga bisa melihat barang-barang peninggalan zaman Sultan Gunung Jati di museum pusaka Keraton Kasepuhan. 

    Ketika memasuki gerbang utama Keraton, kita akan disambut oleh dua patung macan putih yang berhadapan. Terdapat juga bangunan induk keraton berwarna putih yang merupakan tempat Sultan melakukan kegiatan kesultanan. Sebelah kiri halaman depan, sebelum memasuki daerah bangunan induk, terdapat museum pusaka keraton kasepuhan. Di dalam museum, terpajang banyak barang peninggalan keraton dari zaman Sunan Gunung Jati. Terdapat beraneka ragam barang dimulai dari senjata, alat-alat kecantikan, pakaian, perlengkapan makan, hingga kitab-kitab.

    Di sebelah kanan dan kiri bangunan induk, gerbang barat daya menuju daerah keraton yang baru. Sedangkan gerbang lainya menuju ke sumur. Sumur-sumur yang ada di Keraton mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Seperti sumur Upas yang digunakan untuk membersihkan benda-benda pusaka keraton, sumur Tujuh diperuntukan siraman tujuh bulanan serta acara hajatan oleh anggota keluarga keraton, dan sumur Agung yang bisa dipakai masyarakat/pengunjung keraton untuk minum dan mandi. Sumur agung dipercayai oleh beberapa orang sebagai sumur kejayaan.

    Itulah gambaran Keraton Kasepuhan sebagai Keraton terbesar di Cirebon. Kalau kamu ingin mengunjungi objek wisata ini, Keraton Kasepuhan terletak di Jalan Kasepuhan No. 43, Lemahwungkuk. Keraton Kesepuhan merupakan objek wisata yang tepat untuk dikunjungi anak-anak sebagai penambah pengetahuan akan sejarah yang ada di Indonesia.

    Penulis: Ismania Setyowaruni

    Editor: Falaah Saputra Siregar