Keterangan Pihak Logistik dan Keamanan Pasca-kriminalitas di Area Kampus

0
598

AksaraNews, Bandung (18/4/2018) – Sudah menjadi tanggung jawab pihak universitas untuk menyediakan fasilitas penunjang keamanan di lingkungan kampus dan sekitarnya. Namun, setelah terjadinya beberapa tindak kriminal belakangan ini, perihal keamanan pun dipertanyakan kembali. Di dalam lingkungan kampus sendiri sebenarnya sudah tersedia beberapa fasilitas penunjang keamanan seperti CCTV, kendaraan patroli, dan penerangan. Selain itu, faktor penting dari keamanan di dalam lingkungan kampus yaitu satuan pengaman atau satpam.

Jumlah personil satpam yang tersedia saat ini berjumlah 92 orang, yang terbagi dalam tiga shift, yaitu shift pagi yang bertugas dari jam 06.00 WIB sampai pada jam 19.00 WIB, shift malam dari jam 19.00 WIB sampai pada jam 06.00 WIB, dan shift libur. Sementara itu, untuk strategi pengamanan diserahkan kepada shift-nya masing-masing.

Zakaria, selaku pihak logistik, mengatakan bahwa satpam yang berjumlah 92 orang ini sudah mencukupi karena dibantu dengan adanya CCTV. Hanya saja strategi pengamanan yang berbeda setiap shift-nya terkadang menjadi permasalahan. Karena menurut Zakaria, terdapat regu satpam yang menggunakan strategi pengamanan dengan mematikan lampu di beberapa titik. Padahal logistik, sebagai user menginginkan lingkungan kampus dalam keadaan terang-benderang.

“Mungkin satpam sebenarnya hanya ingin mematikan lampu selama beberapa waktu untuk membubarkan mahasiswa yang terkadang masih suka berkumpul sampai malam di kampus, tetapi kebablasan sehingga lampu dimatikan sampai pagi,” ungkap Zakaria.

Sedangkan Encep, selaku Kepala Satpam Shift Regu A, membantah perihal mematikan lampu sebagai bagian dari strategi pengamanan. Ia mengatakan, “Itu tidak benar. Yang benar itu jalur kelistrikannya memang ada kendala kemarin itu. Bukan faktor strategi pengamanan itu digelapkan. Kalau memang posisi itu digelapkan, kami mau memantau lalu-lalang orang bagaimana? Justru yang diinginkan satpam itu, penerangan dinyalakan. Jadi jangan salah arti, kami pun sudah memberitahukan mengenai hal itu. Jangankan untuk level kepala urusan, direktur logistik pun sudah mengetahuinya.”

Ketika disinggung tentang penunjang keamanan di sekitar gerbang motor Tel-U akses Jalan Radio Palasari, Zakaria menanggapi bahwa logistik bertanggung jawab atas fasilitas keamanan di daerah tersebut. Menurut Zakaria, sempat terjadi lost control di area tersebut seperti CCTV yang tidak berfungsi akibat angin topan.

“(Setelah kejadian pembunuhan) Makanya kami bertanya kepada mahasiswa dan warga, kekurangannya apa. Lalu kedepannya kami akan memasang jam malam portal. Namun, jam malam tersebut diatur oleh warga. Apakah mau mengikuti jam malam kampus atau tidak,” ujar Zakaria.

Juga berkaitan dengan kejadian penodongan yang terjadi di Situ Techno beberapa waktu yang lalu, tidak adanya CCTV dan keadaan yang gelap-gulita di daerah tersebut lagi-lagi menjadi penyebab pelaku kejahatan leluasa melakukan aksinya. Sementara itu, kamera pengawas CCTV hanya terpasang di area parkir.

Zakaria mengatakan, saat ini sedang dijalankan rencana untuk menambah CCTV. “Sedang dijalankan (menambah CCTV). Ini termasuk pemantauan pos-pos jaga satpam, jangan sampai satpam itu terpantau CCTV meninggalkan posnya. Akhirnya kita pasang CCTV di dalam pos itu sendiri. Selain itu, di luar pos juga terpasang. Juga di tempat-tempat yang sekiranya penting,” ujar Zakaria.

Sebagai langkah termutakhir, dari pihak logistik sendiri sedang membangun sistem informasi keamanan tersentralisasi. Zakaria mengatakan, “Kita sedang membangun sistem informasi keamanan yaitu tersentralisasi. Maksudnya kita akan membangun suatu ruangan dengan banyak monitor dan memantau CCTV di semua titik. Sedang dalam pembangunan, belum sempat direalisasikan. Nanti kita akan memantau, seperti kepolisian yang punya sistem untuk memantau arus lalu lintas di suatu tempat. Jadi hanya tinggal melihat dari sini saja (ruangan pemantau).”

“Diharapkan mahasiswa mematuhi peraturan jam malam yang telah ditetapkan, yaitu pukul 22.00 WIB. Hal itu dilakukan agar tidak lagi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, baik di dalam maupun di luar kampus. Jangan sampai strategi pengamanan satpam yang berbeda-beda menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” tutup Zakaria.

Penulis: Fathan Abdul Shodiq

Editor: Fidya Rahmawanti