Headline

Klarifikasi Pemuda Pancasila mengenai Isu Tawuran Ormas

AksaraNews, Bandung (26/11/2022) – Pada hari Jumat (25/11) sore, tersebar sebuah isu rencana tawuran antar-ormas di sekitar jalan Mangga Dua, Sukapura, Dayeuhkolot. Isu tersebut pertama kali diunggah oleh akun Twitter @telyufess pada pukul 18.18 WIB. Unggahan tersebut berisi sebuah capture chat Whatsapp yang meminta warga untuk lebih berwaspada dan berhati-hati karena akan adanya tawuran antar ormas sampai ada yang mau dibunuh. Hal itu sontak menimbulkan kekhawatiran.

Source: https://twitter.com/telyufess/status/1596101030709641216

Aksara telah menemui Jajat Setiawan, wakil ketua Pemuda Pancasila ranting Sukapura, untuk mengklarifikasi mengenai isu yang beredar. 

Ia menyampaikan bahwa isu tawuran yang disebutkan di chat tersebut tidak benar. “Anak saya itu yang meninggal, gak ada tawuran. Gak ada yang meninggal karena ini, anak saya sakit itu udah 2 bulan,” jelas Jajat.

Selain capture pesan tersebut, beredar pesan suara yang menghimbau untuk berhati-hati dan menjelaskan kronologi palsu awal mula masalahnya itu kalau parkiran di warkop ADD milik ormas Pemuda Pancasila (PP) dan ada ormas lain akan mengambil alih, lalu mereka tidak terima. Terdapat juga video berdurasi 5 detik yang menunjukkan lokasi akan terjadinya tawuran seperti keterangan di chat yang beredar, namun dalam isi video tersebut juga tidak menjelaskan adanya tawuran atau pertikaian antar ormas, hanya kerumunan di satu titik. 

Jajat menerangkan atas pesan suara tersebut bahwa wilayah parkir tersebut dikelola RT setempat, “Itu punya RT. Kita yang ngelola, putra daerah, bukan orang luar. Ini bukan punya organisasi, punya daerah, punya Pak RT, cuman yang sering nongkrong di sini anak daerah juga.”

Mengenai video kerumunan yang juga beredar, Jajat mengklarifikasi bahwa kerumunan itu merupakan anggota ormas XTC yang sedang menggalangkan dana untuk korban bencana gempa bumi di Cianjur (23/11) lalu. “Penggalangan dana itu dari anak-anak XTC, bahkan sempat minta izin, kan? Saya izinin, silahkan saja anda untuk menggalang dana kepada para pedagang, cuman satu jangan ada unsur paksaan. Galang dana untuk gempa yang di Cianjur.”

Meski ditimpa berbagai informasi palsu di hari dukanya, namun yang dikhawatirkan Jajat adalah terpicunya adu domba yang merugikan pihak-pihak lain, “Jangan sampai kita terpicu adu domba karena pembicaraan tadi karena ada suara seperti ini, takutnya kita diadu dombakan oleh pihak lain.” Jajat juga menambahkan bila ada kesempatan bertemu dengan pelaku hoaks tersebut, Jajat hanya ingin klarifikasi dan meminta untuk datang bersilaturahmi.

 

Penulis: Daffa Shiddiq Al-Fajri dan Bacharuddin Fauzi

Editor: Iqbal Abdul Ra’uf

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button