Featured

Kronologi Pemira 2022 Hingga Penetapan Ormawa 2023

AksaraNews, Bandung (01/02/2023) – Ketidak lolosan BEM dan DPM dalam penetapan ormawa Tingkat Universitas periode 2023 bukan satu-satunya momentum yang menyulut drama politik kampus. Mundur beberapa bulan sebelumnya, kepincangan perhelatan Pemira pada pesta demokrasi mahasiswa periode 2022 kala itu turut memberi warna pada perpolitikan mahasiswa di Telkom University. Melalui data-data yang dihimpun oleh tim Aksara, berikut kami uraikan peristiwa-peristiwa yang terjadi sejak dimulainya Pemira hingga penetapan ormawa tahun 2023.

Pemira 2022

Pada Januari 2022, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) membuka rekrutmen Komisi Pemilihan Raya (KPR) dan Badan Pengawas Pemilihan Raya (BPR). Mundurnya pelaksanaan Pemira dari waktu yang telah ditetapkan disebabkan oleh beberapa hal, yakni pada November hingga Desember 2021, DPM berkutat dengan permasalahan terkait banyaknya UKM yang lolos bersyarat. Pada waktu yang berdekatan, dilaksanakan pula Ujian Tengah Semester (UTS) lalu disusul datangnya bulan suci Ramadan. Kurangnya partisipan pada kegiatan open recruitment panitia Pemira juga menjadi alasan dalam mundurnya pelaksanaan Pemira. Proses rekrutmen dan seleksi kemudian selesai dan disahkan pada Maret 2022. Meski total panitia KPR dan BPR hanya terhimpun 11 dari 15 panitia, Pemira tetap dilaksanakan.

Senin, 30 Mei 2022 diadakan sosialisasi secara online melalui Zoom Meeting dalam rangka menyambut Pemira. Sosialisasi ini dihadiri oleh seluruh perwakilan ormawa. Dalam pertemuan ini dibahas mengenai PU Rektor terbaru yang mensyaratkan pemimpin ormawa harus memiliki IPK minimal 3,0 serta kendala-kendala keterlambatan Pemira.

Setelah melewati proses pendaftaran Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) sejak 31 Mei hingga 4 Juni 2022, diumumkanlah dua pasang calon untuk maju ke pemilihan raya melalui surat yang diterbitkan oleh KPR No : 004/TU/KPRV/2022 pada 9 Juni 2022. Beberapa hari berselang, tepatnya pada 15 Juni 2022, KPR kembali menerbitkan surat No : 009/TUS/KPR/V/2022 terkait penundaan Pemira, lalu disusul kabar di mana Presma dan Wapresma ditolak oleh kemahasiswaan Telkom University karena IPK kedua calon tidak sesuai dengan prasyarat yang tertera pada PU Rektor. Pada akhirnya, 1 Agustus 2022 KPR menerbitkan surat No : 011/TUS/KPR/V/2022 terkait peniadaan Pemira.

Kongres Mahasiswa

Direktorat Kemahasiswaan Telkom University mengeluarkan kebijakan melalui surat edaran yang dipublikasikan di akun Instagram @ditmawa_univtelkom terkait registrasi dan/atau Pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Telkom University tahun 2023 pada Sabtu, 19 November 2022.

Mengejar surat edaran yang dikeluarkan Ditmawa, DPM membuka rekrutmen penambahan panitia KPR dan BPR yang sebelumnya sudah dibentuk untuk menyelenggarakan Pemira. Rekrutmen ini kembali dibuka pada 5-11 Desember 2022.

Tidak berjalan mulus, pada 13 Desember 2022 DPM Kema Telkom University mengeluarkan Surat Ketetapan (SK) No : 06/TAP/DPM/KEMA TEL-U/VII/2022 yang menetapkan pemberhentian Pemira 2022 disebabkan oleh kurangnya sumber daya panitia Pemira dan juga waktu  registrasi oleh Ditmawa yang terbatas. Pada SK ini pula DPM menetapkan untuk menyelenggarakan Kongres Mahasiswa dalam rangka memilih presiden, wakil presiden, anggota DPM, serta pengalihfungsian panitia Pemira 2022 menjadi Komite Pelaksanaan dan Panitia Kongres (KPPK) 2022.

Surat undangan Kongres Mahasiswa kemudian dibagikan oleh KPPK pada 21 Desember 2022 keseluruh ormawa dan UKM, sekaligus meminta utusan delegasi dari masing-masing ormawa dan UKM untuk hadir sebagai pemilik suara penuh pada Kongres Mahasiswa.

Kongres Mahasiswa yang dilaksanakan pada 22 Desember 2022 dihadiri oleh 23 perwakilan ormawa yang menjadi peserta penuh serta ratusan sivitas akademika Telkom University lainnya yang menjadi peserta biasa. Meski demikian, peserta yang hadir tidak memenuhi kuorum sesuai yang tertera pada tata tertib Kongres Mahasiswa sehingga kongres dipending selama 2×5 menit. 

Setelah pending selesai, forum sepakat untuk melanjutkan Kongres Mahasiswa meski kuorum belum terpenuhi. Pada pertemuan ini dibahas mengenai penetapan kriteria Calon Presiden Mahasiswa (Capres) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Cawapres), lalu seiring berjalannya kongres, dua ormawa memutuskan walkout sehingga tersisa 21 ormawa yang menjadi peserta. Setelah forum menyepakati untuk melanjutkan kongres, maka dibuka pendaftaran capres, cawapres, dan anggota DPM. Melalui dinamika forum, ditetapkanlah presiden, wakil presiden, dan anggota DPM Telkom University.

Penetapan Ormawa 2023

Presiden, wakil presiden, dan DPM terpilih melakukan fit and proper test oleh kemahasiswaan Telkom University pada Jumat, 30 Desember 2022. Melalui pertemuan tersebut, kemahasiswaan sendiri mengakui bahwa presiden, wakil presiden dan DPM aman dari sisi berkas, namun terdapat revisi pada surat rekomendasi untuk presma dan salah satu anggota DPM.

Pada Rabu, 11 Januari 2023 diadakan pertemuan oleh DPM dan KPPK bersama kemahasiswaan yang juga dihadiri oleh lima ormawa. Pertemuan ini membahas agenda dan mekanisme Kongres Mahasiswa yang telah berlangsung serta dibacakannya tuntutan ketidaksepakatan oleh lima ormawa yang hadir terkait keputusan pada Kongres Mahasiswa yang telah digelar pada 22 Desember 2022 lalu. Pertemuan ini ditutup oleh pihak kemahasiswaan dengan menampilkan cuplikan video Presma yang bernarasi, “Sejak kapan ormawa dan UKM diatur oleh kemahasiswaan?” Hal ini pula yang menjadi alasan utama mengapa presma terpilih tidak lolos fit and proper test oleh Ditmawa. Keesokan harinya, Kamis, 12 Januari 2023, presma terpilih dipanggil oleh kemahasiswaan untuk membahas tentang revisi surat rekomendasi dan membahas maksud dari cuplikan video yang diputar pada pertemuan sehari sebelumnya.

Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 19 Januari 2023, surat edaran dikeluarkan oleh Ditmawa melalui akun Instagram @ditmawa_telkomuniv terkait hasil penetapan ormawa. Hasil verifikasi menyatakan bahwa hanya BEM dan DPM Kema Telkom University yang tidak lolos verifikasi.

Pada tanggal 20 Januari 2023, wapresma bersama anggota DPM terpilih kembali bertemu dengan kemahasiswaan. Pada pertemuan tersebut, kemahasiswaan menyatakan bahwa alasan tidak meloloskannya verifikasi BEM dan DPM Kema Telkom University dikarenakan terdapat beberapa pihak yang tidak sepakat dengan hasil Kongres Mahasiswa karena tidak adanya sosialisasi. 

Menanggapi hal tersebut, wapresma menyarankan untuk mengumpulkan kembali ormawa, UKM, dan mahasiswa yang sepakat dengan hasil keputusan Kongres Mahasiswa. Wapresma juga meminta untuk dibuka ruang diskusi dengan kemahasiswaan terkait hasil keputusan kongres yang sudah disepakati dan sah. Kemahasiswaan menjawab akan mengusahakan untuk membuka ruang diskusi tersebut dengan waktu yang tidak ditentukan, namun pertemuan tersebut belum juga dilaksanakan hingga saat ini.

Penulis  : Daffa Shiddiq Al-Fajri 

Editor : Rifqah Amaliyah

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button