Kurang Keterbukaan, Pemira 2018 Minim Informasi

0
922

AksaraNews, Bandung (19/11/2018) – November ini, pesta demokrasi tahunan Telkom University atau Pemilihan Raya (Pemira), sudah memasuki babak baru. Pemira kali ini diawali dengan dilaksanakannya sosialisasi peraturan Pemira (6/11) di ruang sekretariat Pemira Tel-U. Kemudian dilanjutkan dengan dibukanya pendaftaran calon Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma), serta calon DPM KEMA Tel-U, pada tanggal 7 dan 8 November, yang mengharuskan setiap calon untuk mengambil formulir pendaftaran.

Pengembalian formulir dan berkas-berkas persyaratan lainnya dilakukan pada tanggal 9 sampai 11 November. Untuk jumlah formulir, terdapat 5 formulir yang sudah dikembalikan oleh calon DPM jalur independen dari total 7 formulir yang diambil. Sementara untuk calon Presma-Wapresma, terdapat 3 formulir yang dikembalikan dari total 3 formulir yang diambil. Jumlah ini terhitung sejak ditutupnya waktu pengembalian formulir pada 11 November lalu.

Namun, panitia Pemira 2018 membuka perpanjangan waktu pengumpulan berkas bagi para calon, dengan alasan terdapat beberapa berkas yang membutuhkan waktu lama untuk diproses hingga dapat dikeluarkan. Perpanjangan waktu pengumpulan ini dimulai pada 15 November dan berakhir pada 16 November. Dalam kurun waktu ini, para calon diberi kesempatan lagi untuk melengkapi berkas-berkas persyaratan seperti:

  1. Surat keterangan tidak menjalani sanksi akademik dari bagian kemahasiswaan Telkom University
  2. Legalisasi sertifikat atau SK yang menyatakan lulus Kaderisasi tingkat Jurusan dan Universitas
  3. KHS yang dilegalisasi oleh prodi maupun fakultas serta khusus mahasiswa ekstensi, wajib mengumpulkan transkip nilai keseluruhan dari jurusan sebelumnya
  4. KTM sebelumnya yang sudah memenuhi syarat tapi terdapat KTM yang tidak valid, dapat melampirkan KTM tambahan sesuai dengan urutan pengembalian formulir

Selanjutnya tahap verifikasi dilakukan hingga tanggal 17 November. Melalui official account LINE Pemira Tel-U 2018, diumumkan dua pasang calon Presma dan Wapresma serta dua nama untuk calon DPM jalur independen yang berhasil lolos tahap verifikasi berkas. Adapun calon Presma dan Wapresma atas nama Teuku M. Raza Iqbal dan Fagar Fertiwi Fardah T. A., serta Yusuf Sugiyarto dan Adnan Imam Hidayat. Sedangkan calon DPM Independen atas nama Andre Ilham Effendi dan Ashfa Samial Hamda.

Namun, pada 19 November pukul 16.17 WIB, salah satu calon DPM jalur independen, Andre Ilham Effendi, mengajukan surat pengunduran diri atas pencalonannya karena alasan internal. Sehingga saat ini, hanya terdapat satu calon DPM jalur independen.

Jika melihat pada peraturan Pemira Tel-U 2018, tidak terdapat peraturan yang mengatur mengenai perpanjangan waktu pengumpulan berkas dan penambahan jumlah KTM atau KSM asli pendukung. Hingga saat ini, tidak ada kejelasan dari pihak KPR yang memperbolehkan para calon untuk menambah dan melengkapi jumlah KTM dukungan yang tidak valid. Langkah yang diambil KPR tidak menyertakan alasan atau penyebab mengenai penambahan KTM tersebut, pun klarifikasi pada official account LINE mereka. Lebih lanjut, tidak ada paraturan yang membahas mengenai kriteria valid atau tidaknya sebuah KTM.

Selain itu, logo Pemira Telkom University 2018 juga ramai dibicarakan belakangan ini. Hal ini dikarenakan logo Pemira Telkom University 2018 disinyalir menggunakan logo yang sama dengan logo Pemira ITB tahun 2014. Meskipun, untuk saat ini logo Pemira Telkom University 2018 telah diganti oleh pihak KPR sebagai penyelenggara.

Sejak tanggal 12 November lalu, redaksi Aksara berusaha menghubungi pihak KPR untuk meminta konfirmasi terkait hal-hal yang terjadi selama Pemira 2018. Namun, pihak KPR selalu mengelak dan mempersulit birokrasi, serta tidak menunjukkan itikad baik untuk memberikan konfirmasi terkait apapun. Hingga berita ini diterbitkan, pihak KPR masih enggan memberikan pernyataan apapun. Sangat disayangkan, karena Pemira yang seharusnya menjadi ajang pesta demokrasi KEMA Tel-U, dirasa tidak transparan dan hanya terbuka pada segelitir orang yang berkepentingan di dalamnya.

 

Penulis : Dina Fadillah

Editor   : Annisa Nisrina