Laboratorium SKO FTE Telkom University Sukses Mengadakan Pelatihan Nasional FTTB Drafter 2018

0
301

AksaraNews, Bandung (5/11/2018) – “Fiber To The Building (FTTB) Drafter Training 2018” merupakan kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Laboratorium Sistem Komunikasi Optik (SKO) Telkom University. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun, kembali sukses diselenggarakan pada 3-4 November 2018. Peserta yang mengikuti FTTB Drafter Training berasal dari seluruh mahasiswa berbagai jurusan  dan masyarakat umum.

Tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk melatih para mahasiswa ataupun masyarakat umum yang ingin mendapatkan sertifikasi sesuai dengan judul dari materi kegiatan. Sertifikasi biasanya dibutuhkan pada saat rekrutmen kerja pada PT Telkom.

Pada tahun-tahun sebelumnya, dalam menyelenggarakan pelatihan, Laboratorium SKO selalu menggunakan materi FIBER TO THE HOME (FTTH). Namun, berbeda dengan tahun 2018, Laboratorium SKO mengambil sebuah langkah baru dengan mengganti materi FTTH menjadi FTTB.

Ahmad Hafizh Giffari Akbar, mahasiswa S1 Teknik Telekomunikasi 2016, selaku ketua penyelenggara FTTB Drafter Training 2018 menjelaskan alasan perngubahan materi tersebut, “FTTH sendiri sudah banyak yang mengadakan tidak hanya Laboratorium SKO saja.”

Selain itu, alasan digantinya materi FTTH menjadi FTTB karena rata-rata peserta dari Telkom University yang mengikuti kegiatan ini sama saja dari tahun ke tahun. Tak hanya itu, terdapat pula usulan dari pembina Laboratorium SKO, Ir. Akhmad Hambali, M.T. dan para alumni agar Laboratorium SKO membuat sesuatu yang berbeda dan dapat ditiru oleh laboraturium lain.  Maka digantilah materi FTTH menjadi FTTB,  dimana building yang digunakan sebagai contoh adalah Gedung Tokong Nanas atau Gedung Kuliah Umum (GKU).

Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari. Dihari pertama, dihadirkan pemateri langsung dari Fiber Akademi Bandung,  Isdianto selaku Manajer Fiber Akademi, dan Google Earth. Pada saat sesi bersama Google Earth, peserta mendesain langsung jaringan menggunakan Google Earth. Dihari kedua, para peserta diajak untuk melakukan  survey lapangan ke GKU menggunakan bus telkommedika atau  biasa disebut dengan bus tayo, lalu setelah itu akan dilakukan sesi autocad, yaitu menggambar desain bangunan di autocad.

Jumlah peserta yang mengikuti  kegiatan ini sebanyak 30 orang, berasal dari ITS, universitas Terbuka Jakarta,  ITENAS,  POLBAN, maka dari itu, kegiatan ini dapat disebut sebagai pelatihan nasional.

Peserta yang hadir mendapatkan aksesoris,  goodie bag, pulpen, serta  rangkuman modul dari Laboratorium SKO yang sebelumnya telah direvisi oleh pembina Laboraotium SKO dan digabung dengan  hasil perbaikan dari manajer Fiber Akademi Bandung.

Tak hanya itu, peserta juga  berkesempatan untuk berkonsultasi langsung secara gratis dengan Isdianto, selaku manajer Fiber Akademi Bandung. “Sejauh ini antusias para peserta lumayan bagus, karena ada manajernya langsung dari Fiber Akademi sehingga para peserta dapat menanyakan hal hal yang cukup kompleks.” Tutup Ahmad Hafizh Giffari Akbar.

Penulis: Syavira Nur Asri

Editor: Dina Fadillah