Le Petit Prince: Perjalanan Pendewasaan Manusia

    0
    166

    AksaraFeature, Bandung (7/11/18) – Le Petit Prince, atau lebih dikenal dengan The Little Prince merupakan novel karya Antoine de Saint-Exupéry yang bercerita tentang bagaimana proses anak-anak berkembang menjadi dewasa. Selain itu, Antoine juga menyisipkan pesan melalui novelnya agar jika anak-anak kelak tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik pada saat dewasa secara alami, tanpa ada yang dilebih-lebihkan.

    The Little Prince adalah sebuah fabel klasik tentang diri manusia yang diterbitkan pada tahun 1943. Buku ini memiliki makna yang sangat mendalam, berkisah tentang seorang penerbang yang pesawatnya jatuh di tengah Gurun Sahara. Dalam ancaman hidup terisolasi dan minimnya air minum, ia harus berpikir bagaimana ia harus memperbaiki pesawatnya jika ingin kembali ke peradaban dan tidak menghilang di tengah gurun.

    Anehnya, saat ia sedang serius memikirkan jalan keluar dari padang pasir tersebut, tiba-tiba muncul seorang pangeran kecil dengan rambut keemasan yang memintanya untuk menggambarkan sebuah domba. Ia berpikir tentang keanehan itu dan tanpa sadar, sang pangeran kecil yang berasal dari luar angkasa, telah mengingatkannya kembali tentang fakta bahwa orang dewasa itu sering kali begitu absurb dan melupakan esensi dari menikmati kehidupan itu sendiri.

    The Little Prince ditujukan untuk bacaan anak-anak meskipun pada kenyataannya novel ini penuh dengan makna berupa simbol-simbol yang akan sulit dipahami oleh anak kecil. Tetapi tidak bisa dipungkiri bila novel karya Antoine de Saint-Exupéry ini memang sangat kaya akan imajinasi yang tidak bisa lepas dari warna-warni kehidupan anak. Buku ini memiliki bahasa yang mudah di pahami dan menarik pembaca untuk terus membaca sampai halaman terakhir. Selain itu, pesan moral yang terdapat didalamnya juga tidak main-main, dengan kilas balik mengenai masa anak-anak yang dilalui oleh tokoh utama, penulis menyisipkan pesan moral tentang kehidupan dan pendewasaan diri.

    Penulis: Trisna D.

    Editor: Dina Fadillah