Masih Simpang Siur, Sosialisasi SC Dipertanyakan

0
569

AksaraNews, Bandung (2/10/2018) – Gedung Student Center (SC) yang terletak di belakang Fakultas Teknik Elektro, telah diresmikan pada 31 Juli 2018 lalu. Wajah baru gedung SC ini memiliki konsep yang berbeda dari sebelumnya, yaitu common space (ruang bersama). Namun, sudah sebulan lebih sejak diresmikannya gedung SC, belum ada kejelasan mengenai penempatan dan penggunaan ruangannya.

Sebelumnya dengan adanya renovasi yang dilakukan sejak November tahun kemarin, seluruh UKM yang menempati gedung SC merasa kegiatannya terhambat. Pasalnya SC bukan hanya digunakan sebagai tempat rapat saja, melainkan sebagai tempat latihan, menyimpan barang, dan berkumpul dengan anggota-anggota dari setiap UKM lainnya.

Heryan Choirul Fikri, mahasiswa Sistem Informasi 2016, yang menjabat sebagai Komandan Korps Suka Rela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) (17/18), menjelaskan bahwa sosialisasi dari BEM atau BK terkait perihal penempatan dan penggunaan ruang belum pernah ada. Dan untuk mengetahui informasi perkembangan lebih lanjut gedung SC, biasanya dilakukan secara pribadi dengan bertanya langsung kepada BK.

Disisi lain, BEM mengakui jika sosialisasi akan dilakukan dari BK, Kemahasiswaan, dan Rektorat. “Kemarin sebenarnya kami dari BEM ingin membuat acara untuk mensosialisasikan gedung SC, tetapi ketika kami menghadap ke BK, beliau mengatakan kalau kami tidak perlu mengadakan itu, biarkan ketika kegiatan ketemu rektorat itu dibahas disana. Kalau memang sudah ada wadahnya, saya pikir kami juga tidak bisa memaksa mereka dan menurut saya tak perlu membuat acara yang sama dua kali,” ujar Kukuh Panuntun Wicaksono, Menteri Administrasi Fasilitas.

Andijoko Tjahjono, selaku Direktur Pengelolaan Mahasiswa menjelaskan jika sosialisasi penempatan dan penggunaan gedung SC pada perwakilan setiap UKM dan ORMAWA akan dilakukan pada akhir bulan September ini dan sebelum itu harus dilakukan rapat terlebih dahulu dengan deretan logistik yang ada di kampus Telkom University.

“Rapatnya sudah dilakukan (7/9) dan keputusannya adalah untuk peminjaman ruangan akan dikelola oleh logistik karena aplikasinya ada disana, hanya persetujuan, mengetahui, dan seterusnya dari kemahasiswaan,” ujar Andijoko. Tahap berikutnya setelah dilaksanakannya rapat adalah labelling, kemudian pembuatan tata kelolanya, dan yang terakhir adalah tahap sosialisasi.

Andijoko mengakui jika materi untuk sosialisasi sudah 80% jadi. Nantinya perwakilan dari setiap UKM atau Ormawa akan dikumpulkan untuk sosialisasi dan diskusi. Jika tidak ada yang keberatan dari hasil diskusi tersebut, maka draft dari sosialisasi itu akan disepakati bersama-sama. Dan barulah setelah sosialisasi selesai, dimulailah proses pindahan. Pindahan ini juga bukan hanya memindahkan barang saja, tetapi akan dibuatkan acara seperti syukuran.

Mengenai tata cara proses pemindahan dari GSG menuju SC juga nanti akan dirundingkan bersama dengan setiap perwakilan UKM dan Ormawa seperti perihal kapan pemindahan dan pembuatan jadwal untuk setiap UKM.

Beliau juga menambahkan bahwa SC yang sekarang merupakan hasil dari tahap 1 pembangunan, sehingga secara teknis belum selesai dari rancangan awal. Dari empat fungsi gedung SC (latihan, penyimpanan, konsolidasi, dan administrasi), hanya fungsi latihan untuk olahraga dan seni yang sudah bisa berjalan, beberapa fungsi lainnya seperti konsolidasi dan penyimpanan belum bisa berjalan secara optimal. Sedangkan untuk tahap 2 dan 3 dilakukan di tahun 2019 agar fungsinya lebih  maksimal ketika dipakai dan dimanfaatkan oleh mahasiswa.

 

Penulis : Syafira Nur Asri

Editor : Milati Hanifah