Headline

Menanti Lanjutan Evaluasi BEM KEMA Telkom University

AksaraNews, Bandung (10/12/2021) – Sebulan setelah pada Minggu (7/11) lalu, pihak Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) mengundang Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KEMA Telkom University mengenai evaluasi kinerja BEM KEMA. Pelaksanaan evaluasi dilakukan secara online via Zoom dan disiarkan langsung melalui siaran langsung di akun Instagram @dpmkematelu. Pelaksanaan evaluasi tersebut sempat mengalami perdebatan setelah pihak BEM KEMA mempertanyakan teknis pelaksanaan dan pemberitahuan yang mendadak. Lalu, bagaimana kronologi terkait pelaksanaan evaluasi yang tidak kunjung usai ini?

Awal Mula Evaluasi

Pada September lalu, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) KEMA Telkom University melalui akun media sosial Instagram mengeluarkan 2 surat yang ditujukan kepada BEM KEMA TEL-U. Adapun isi kedua surat tersebut berisi tentang hasil pengawasan DPM terhadap progres kinerja BEM, DPM merasa perlu adanya penjelasan BEM terkait kebijakan program kerja yang sedang berjalan.

Melalui akun instagramnya, DPM membuat sebuah publikasi pada tanggal 30 September 2021 yang berisi surat permintaan penjelasan timeline kerja dari BEM. Permintaan penjelasan ini bermula dari hasil pengawasan DPM terhadap akun media sosial BEM, dimana terdapat 19 Open Recruitment dalam unggahan akun instagram BEM dalam jangka waktu 15 hari terhitung tanggal 10 September – 24 September 2021.

“Disini pun kita ingin meminta penjelasan sebenernya, bukan bertujuan maksud apa-apa, kita hanya menginginkan agar KEMA pun tahu kenapa Oprec ini ada sebanyak itu. Apakah karena proker BEM ini sangat banyak? Atau memang timeline-nya seperti itu? Atau memang malah belum ada timeline-nya?.” Ucap Ardhan selaku Pimpinan 1 DPM 2021.

Lima hari kemudian, DPM mengeluarkan unggahan di instagram yang berisi surat kedua, kali ini surat yang diberikan merupakan surat  pemanggilan Presiden Mahasiswa atau yang mewakili untuk memberikan penjelasan terkait 16 dari 18 unggahan yang dikeluarkan BEM dalam kurun waktu 26 September – 2 Oktober berisi media partner dan artikel. Menurut Ardhan sebuah media sosial dari sebuah organisasi semestinya berisi sebuah progres dari organisasi tersebut, Ardhan juga  mempertanyakan progres dan pergerakan yang dilakukan oleh BEM KEMA.

Dari kedua surat yang dilayangkan, BEM diminta untuk memberikan keterangan paling lambat 7 hari setelah surat pertama diserahkan, untuk surat kedua direncanakan pertemuan pada hari selasa 05 Oktober 2021 atau dua hari setelah surat kedua dikeluarkan. akan tetapi dari kedua surat pemanggilan tersebut pihak BEM belum dapat memberikan tanggapan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dikarenakan alasan tertentu. Menanggapi hal tersebut, DPM akhirnya setuju untuk melakukan penjadwalan ulang pertemuan. Akhirnya, pada 19 Oktober 2021 melalui akun resmi Instagram DPM, mereka telah melakukan follow up mengenai surat pemanggilan.

Pada 27 Oktober, akun resmi DPM KEMA mengunggah laporan keuangan BEM KEMA yang diaudit oleh biro anggaran DPM.

Evaluasi Terbuka yang Ditunda

Pada 6 November, melalui unggahan di Instagram DPM KEMA, mereka mengumumkan evaluasi secara terbuka melalui Zoom dan disiarkan langsung melalui Instagram. Pemanggilan tersebut meliputi Pengurus Inti Terbatas yang meliputi Presiden Mahasiswa (Presma), Wakil Presma, Sekretaris Jenderal, dan seluruh Menteri Koordinator.

Kegiatan evaluasi dimulai kurang lebih pukul 19.15 WIB dan dipimpin langsung oleh para Pimpinan BEM KEMA. Di awal acara, pihak BEM KEMA melakukan protes terkait pelaksanaan evaluasi terbuka tersebut. Pihak BEM beranggapan bahwa mereka tidak ada penjelasan teknis dan tata tertib. Pihak DPM menjelaskan bahwa pihak DPM akan menjelaskan mengenai hal-hal yang perlu dibenahi dan pihak BEM akan memberikan jawaban mengenai apa yang disampaikan oleh DPM sebagai pengawas, sedangkan pihak BEM meminta agar masalah tata tertib segera diselesaikan. Setengah jam kemudian, tata tertib pelaksanaan akhirnya disampaikan oleh pihak DPM.

Pelaksanaan evaluasi dibagi menjadi 4 sesi, yaitu Evaluasi Sekjen dan Kemenko Ekonomi dan Investasi oleh Komisi I, Kemenko Sosial Politik dan Kemenko Kesejahteraan Sosial oleh Komisi II, Kemenko Hubungan Diplomatik Organisasi dan Konsulat oleh Komisi III, dan Kemenko Ruang Aktualisasi Mahasiswa oleh Komisi IV.

2 jam berjalan, setelah pelaksanaan evaluasi oleh Komisi II, DPM KEMA memutuskan untuk pending kegiatan evaluasi dengan alasan waktu telah melewati dari jadwal yang ditentukan. Pihak BEM kembali melakukan protes dan menyampaikan bahwa mereka tidak tahu-menahu mengenai rundown acara. Sempat terjadi perdebatan kembali sebelum akhirnya pelaksanaan meeting tiba-tiba terhenti dengan kondisi live di Instagram yang masih menyala.

 

Penulis: Fanji Aburizal, Iqbal Abdul Ra’uf

Editor: Iqbal Abdul Ra’uf

Related Articles

Back to top button