Museum Macan, Dialog Seni Modern dan Kontemporer

    0
    955
    sumber gambar : dokumentasi pribadi

    AksaraFeature, Jakarta (14/01/2018) – Museum Macan atau Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara adalah museum pertama di Indonesia yang memamerkan karya-karya seni modern dan kontemporer Indonesia maupun internasional. Museum Macan didirikan oleh Haryanto Adikoesoemo, seorang kolektor seni yang sudah mulai mengoleksi sejak tahun 1990 dan bercita-cita ingin berbagi kecintaannya terhadap seni dengan masyarakat Indonesia. Museum ini terletak di Kebon Jeruk, Jakarta Barat dan resmi dibuka untuk umum pada tanggal 4 November 2017 yang langsung ramai didatangi pengunjung.

    “Yang membuat Museum Macan ini menarik adalah karena kami museum pertama di Indonesia yang menampilkan koleksi seni modern dan kontemporer Indonesia serta internasional yang bukan hanya signifikan, namun juga terus berkembang. Terhitung dari awal museum dibuka untuk umum (4/11/17) hingga hari ini (31/12/17), sudah ada lebih dari 57.000 pengunjung yang datang kesini,” ujar Nina Hidayat, Communications Officer Museum Macan.

    sumber gambar : dokumentasi pribadi

    Museum Macan tak hanya menampilkan karya dalam bentuk lukisan saja, namun juga dalam karya instalasi. Di Museum ini juga terdapat Infinity Mirrored Room karya Yayoi Kusama, seniman asal Jepang. Untuk masuk ke dalam Infinity Mirrored Room, pengunjung harus antre terlebih dahulu dan hanya boleh didalam ruangan selama 30-45 detik. Jika sedang ramai pengunjung, antrean bisa mencapai 45 menit. Meskipun begitu, Infinity Mirrored Room tetap menjadi ruangan yang diminati karena di ruangan tersebut dipenuhi bola warna warni yang seakan tidak berujung.

    Sumber gambar: thejakartapost.com

    Museum Macan memiliki program berkelanjutan berupa pameran yang akan diganti secara berkala. Saat ini, di Museum Macan sedang berlangsung pameran ‘Art Turns, World Turns’ yang akan berakhir pada tanggal 18 Maret 2018. Dalam pameran ‘Art Turns, World Turns’ atau ‘Seni Berubah, Dunia Berubah’ menampilkan 90 karya dari 70 seniman Indonesia dan internasional. Dimana pameran ini adalah sebuah dialog jangka panjang antara sejarah seni Indonesia dan sejarah seni global.

    sumber gambar : dokumentasi pribadi

    Hal yang perlu diperhatikan saat berkunjung ke Museum Macan adalah pengunjung dilarang untuk menyentuh karya seni dan membawa makanan dan minuman ke dalam museum demi menjaga koleksi atau karya seni agar tidak rusak. Tetapi, pengunjung diperbolehkan untuk memotret, asalkan tidak menggunakan flash.

     

    Penulis : Adinda Anugerah Pertiwi

    Editor : Milati Hanifah