Waspada ketika Musim Hujan, Kenali Lebih Dalam Penyakit DBD

    0
    327

    AksaraFeature, Bandung (1/4/2019) Musim hujan merupakan saat yang sangat rawan demam berdarah. Demam berdarah dengue atau yang lebih dikenal dengan istilah DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan disebarkan melalui nyamuk Aedes aegypti.  Menurut data dari dinas kesehatan provinsi Jawa Barat pada Januari 2019 terdapat 2461 kasus DBD yang terjadi di Jawa Barat. Oleh karena itu, yuk, kita kenali gejala serta fase yang terjadi pada DBD dan cara mencegahnya!

    Kita harus mulai waspada ketika mengalami beberapa gejala umum yang terjadi pada penderita DBD seperti demam tinggi yang terjadi selama 4 sampai 7 hari setelah gigitan nyamuk, sakit kepala, nyeri pada daerah belakang mata, mual dan muntah, serta munculnya ruam merah pada badan. Setelah mengetahui gejala umum dari DBD kita juga harus mengetahui fase-fase yang terjadi pada DBD sehingga bisa mendapatkan pertolongan yang tepat.

    Fase yang terjadi pada penderita DBD sendiri dibagi menjadi fase demam, fase kritis, dan fase pemulihan. Pada fase demam penderita akan mengalami demam tinggi selama 2 sampai 7 hari yang disertai nyeri pada otot dan sendi, mual, muntah, sakit kepala, sakit pada bagian bola mata, munculnya ruam kemerahan pada tubuh, dan pada beberapa kasus juga ditemukan infeksi pada tenggorokan. Hal tersebut terjadi karena menurunnya kadar sel darah putih dan trombosit pada penderita.

    Kemudian pada fase kritis, suhu tubuh penderita akan kembali kepada suhu tubuh normal padahal kadar sel darah putih dan trombosit penderita terus mengalami penurunan. Fase ini dapat mengecoh penderita karena hanya terjadi sekitar 24-38 jam, jika tidak ditangani dengan benar maka penderita dapat mengalami kebocoran pada pembuluh darah.

    Setelah itu, penderita akan memasuki fase pemulihan yang ditandai dengan suhu tubuh yang kembali meningkat. Meskipun begitu, hal ini bukan merupakan sesuatu yang berbahaya. Pada fase ini kadar sel darah putih serta trombosit akan kembali normal.

    Ketika kita mulai merasakan gejala yang terjadi pada fase demam, maka dapat dilakukan penanganan pertama dengan cara mengonsumsi cairan isotonik untuk menghindari dehidrasi, mengonsumsi obat penurun demam, dan istirahat yang cukup. Ketika demam terus berlangsung selama lebih dari tiga hari maka penderita harus segera diperiksakan ke dokter.

    Kalian mungkin bertanya-tanya mengapa pencegahan DBD tidak dilakukan dengan cara vaksinasi padahal DBD disebabkan oleh virus dengue. Pengertian dari vaksin sendiri adalah suatu produk biologi yang terbuat dari virus, bakteri, atau campuran keduanya dengan kegunaan memunculkan antibodi untuk mencegah dari penyakit tertentu. Namun, sayangnya sampai saat ini belum ada vaksin yang dapat menghindari kita dari virus dengue. Oleh karena itu, saat ini satu-satunya cara untuk mencegah penyebaran virus dengue adalah dengan memersempit habitat nyamuk yang dapat menyebarkan virus tersebut. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat kita lakukan agar penyebaran virus tidak semakin luas.

    1. Pastikan tidak ada tempat yang dapat menjadi genangan air di sekitar anda. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan gerakan 3M (menutup tempat genangan air, menguras penampungan air bersih, mendaur ulang barang bekas).
    2. Hindari menggantung pakaian di dalam ruangan.
    3. Pastikan tidak ada sampah yang menumpuk.
    4. Pasang kasa nyamuk pada pintu dan jendela.
    5. Gunakan penangkal nyamuk seperti losion anti nyamuk, kelambu, atau produk wewangian yang tidak disukai nyamuk seperti wangi jeruk, lavender, dan rosemary.

    Nah, poin-poin di atas merupakan hal yang harus kita ketahui supaya kita dapat terhindar dari DBD. Yuk, kenali gejala dan fasenya, dapatkan penanganan yang tepat serta cegah penyebaran virus dengue!

    Penulis: Safitri Dwi Ramadhanti

    Editor: Dewa Made Surya