Featured

Nasib O-Bike dan GOWES Serta Inovasi Infrastruktur Ramah di Telkom University

AksaraFeature, Bandung (15/11/2022) – Sempat mendominasi urat jalan Telkom University dan menjadi kebutuhan sarana mobilitas sivitas dari satu tempat ke tempat lain saat itu, O-Bike dan GOWES juga turut menjadi salah satu pilar dalam program green campus. Namun, O-Bike yang sudah menemani sivitas selama satu tahun (2018-2019) hengkang dari Telkom University. 

Tidak hanya itu, dengan kehadiran dua layanan sepeda tersebut, Tel-U dapat memenuhi salah satu standar UI GreenMetric terkait transportasi dan berhasil menyabet peringkat ke-9 nasional UI GreenMetric pada 2020. Sayangnya, layanan transportasi ramah lingkungan tersebut kerap kita jumpai dengan kondisinya yang berselimutkan debu dan tidak terawat di sudut-sudut kampus. Lantas, bagaimana nasib kedua perusahaan sepeda tersebut di Tel-U dan adakah inovasi dari Tel-U untuk mengestafet infrastruktur sepeda lainnya di kemudian hari?

Lewat wawancara dengan Kepala Bagian Pengadaan dan Alat Rumah Tangga sekaligus Sekretaris Task Force, salah satu gugus tugas untuk Green Campus, Aris Hartaman menyebutkan penyebab dari bangkrutnya O-Bike, “Seiringnya waktu, O-Bike tidak dilanjut karena perusahaan utamanya collapse.” Semua unit sepeda O-Bike pada 2019 akhirnya ditarik kembali dari Telkom University. 

Tak lama dari hengkangnya O-Bike, GOWES mengisi kekosongan kebutuhan transportasi sivitas Telkom University dan jadi kali pertamanya mereka bekerja sama dengan sebuah institusi. Sayangnya, karena imbas pandemi saat itu (2019-2020), GOWES yang tidak genap umurnya satu tahun beroperasi di Tel-U berakhir dengan nasib yang sama seperti O-Bike.

“Gak tau kebijakannya. Sepedanya ditinggalin di Tel-U, sehingga sepedanya tidak kita gunakan khawatir takut suatu waktu ditanya secara agreement itu masih punya mereka,” ujar Aris. Lokasi sepeda-sepeda GOWES yang terbengkalai bisa kita jumpai di belakang Fakultas Ilmu Terapan (FIT), Gate 4, asrama putra, dan gedung rektorat. Direktur Logistik dan Aset, Taufan Umbara, juga menimpalkan bahwa nasib GOWES cukup menunggu diambil kembali oleh vendornya.

Aris menambahkan bahwa dari Direktorat Logistik sendiri sekarang kesulitan untuk mencari perusahaan yang mempunyai platform penyewaan sepeda, “Kalau misalkan nanti teman-teman (sivitas akademika) bisa bantu, coba follow-up, kerjasama.” Meski nasib keduanya sudah tidak berada di sekitar kita lagi, Aris menyatakan bahwa kedepannya akan ada alternatif lain, “Kalau perjanjian kerjasama kemarin sudah nyari dengan Grab. Grab baru menawarkan sepeda (Grab Bike) cuman Grab itu divisi sepedanya sudah tutup diganti sama divisi motor listrik (Grab Electric) dan Segway.” Grab Electric sendiri masih belum terealisasikan karena masih mempertimbangkan keselamatan, dan lainnya.

Selain itu, Taufan dan Aris juga menyampaikan bahwa tahun depan Telkom University akan memberikan hibah berupa Tel-U Car (TUC) bertenaga listrik. Meski akan terbatas, Aris meyakini bahwa itu lumayan membantu sivitas untuk memobilisasi dari satu tempat ke tempat lain.

 

Penulis: Daffa Shiddiq Al-Fajri

Editor: Nur Aulia Rahman, Putri Legia Damayanti

Related Articles

Back to top button