Orang-Orang Biasa: Kisah Kaum Marjinal yang Tak Biasa

    0
    115
    sumber gambar: google

    AksaraFeature, Bandung (23/08/2019) – Orang–Orang Biasa merupakan novel ke-11 penulis kenamaan Indonesia, Andrea Hirata, yang terbit pada bulan Maret 2019 lalu. Novel setebal 312 halaman terbitan Bentang Pustaka ini merupakan novel pertama Andrea Hirata dengan genre kejahatan. Mengisahkan tentang manusia-manusia Melayu bernasib menyedihkan yang harus melawan jahatnya realita kehidupan, tetapi tetap dibalut dengan humor yang kental khas Andrea Hirata.

    Novel ini menceritakan tentang 10 sekawan–yang dikenal bodoh, miskin, serta bernasib buruk sejak kecil–yang memperjuangkan mimpi seorang anak miskin untuk bisa menimba ilmu di Fakultas Kedokteran. Namun, kemiskinan dan kebodohan seakan sudah menjadi lingkaran setan yang sulit dipisahkan, sehingga merampok bank rasanya merupakan satu-satunya cara yang Debut, Honorun, Tohirin, Dinah, Rusip, Junilah, Nihe, Sobri, Handal dan Salud bisa lakukan untuk mendapat uang banyak dalam waktu cepat. Tentu saja rencana itu tidak serta-merta berjalan dengan mulus. Selain keterbatasan finansial dan intelektual, keterbatasan pengalaman juga menjadi hambatan sebab satu-satunya tindak kriminal yang pernah mereka lakukan adalah mencontek ketika bersekolah dulu.

    Penggunaan bahasa yang sederhana, tetapi tetap diselingi dengan sindiran halus serta humor yang melimpah, membuat buku ini sangat ringan untuk dibaca. Penggambaran keadaan masyarakat serta permasalahan sosial yang sederhana, membuat buku ini terasa sangat relatable dengan realita kehidupan saat ini. Adanya plot twist juga membuat pembaca semakin bersemangat untuk menuntaskan novel ini. Selain itu, sangat banyak makna tersirat maupun tersurat yang bisa didapatkan di dalam Orang-Orang Biasa.

    Novel ini tidak memiliki sinopsis pada bagian belakang buku, pun pada sampul buku. Patut disayangkan kalau hanya nama Andrea Hirata pada sampul buku dan kumpulan pencapaian pada bagian belakang buku yang dapat diyakini oleh pembaca bahwa mereka akan disuguhkan dengan kisah yang menarik. Pada bagian awal cerita, pembaca mungkin akan kesulitan mengingat nama serta karakter tokoh, tetapi pada bab-bab berikutnya penokohan ini akan terasa lebih mengalir bersamaan dengan jalan ceritanya.

    Penulis: Annisa Nisrina
    Editor: Dewa Made Surya