Headline

PU Ormawa Menurut Kemahasiswaan Telkom University

AksaraNews, Bandung (22/07/2021) – Pihak Rektorat Telkom University secara resmi mengeluarkan kebijakan baru mengenai Organisasi Kemahasiswaan di Telkom University melalui PU Rektor nomor PU.010/MHS7/KMH-KKM/2021. Kebijakan baru ini dibuat untuk memperbarui kebijakan sebelumnya sekaligus memperketat aktivitas organisasi kemahasiswaan, mengingat adanya temuan bahwa sebagian mahasiswa yang lulus tidak tepat waktu beralasan karena mengikuti kegiatan organisasi mahasiswa.

Secara garis besar, kebijakan atau aturan ini membahas mengenai keterlibatan mahasiswa dan ormawa kampus, serta keterkaitan dengan organisasi ekstra kampus. Hal ini menyebabkan beberapa aktivitas serta kegiatan organisasi mahasiswa menjadi lebih ketat dan atau bahkan dilarang.

Menurut Kemas Rahmat selaku Manajer Kegiatan dan Kemahasiswaan (KKM), apabila ada mahasiswa yang bergabung dalam organisasi ekstra kampus, maka ia wajib untuk tidak membawa identitas dirinya sebagai mahasiswa Telkom University dalam organsisasinya tersebut. “Dia boleh masuk itu (organisasi ekstra kampus) tapi dia gak boleh menyebut bahwa dia mahasiswa Tel-U (Telkom University) gitu.” Ucap Kemas.

Terlebih bagi organisasi mahasiswa atau ormawa kampus yang dilarang untuk berafiliasi Bersama organisasi ekstra kampus dengan maksud yang berseberangan dengan visi dan misi Telkom University. Pelarangan ini untuk mengantisipasi adanya tindakan tidak mengenakan yang berujung kekacauan dan mencemarkan nama baik Telkom University.

Apabila ada seorang mahasiswa dan atau ormawa kampus yang melanggar, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan porsi yang dilanggarnya. Terlebih apabila mahasiswa tersebut atau ormawa tersebut terlibat dalam kegiatan yang bertolak belakang dengan misi Telkom University serta  berpotensi merusak, mencemar, dan berdampak buruk pada nama kampus Telkom University tentu akan mendapatkan sanksi.

“Jadi, jenis hukumannya tergantung seberapa parah keterlibatannya, apakah keterlibatannya membawa dampak jelek bagi Tel-U, itu pasti berbeda hukumannya.” Ujar Kemas.

Namun, apabila kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa itu memberi dampak yang baik bagi khalayak seperti organisasi sosial kemasyarakatan, menggalang dana, atau bersifat koordinasi antar-ormawa demi kepentingan yang relate dengan misi Telkom University, maka itu tidak dikenakan sanksi.

“Yang kami lakukan itu (langkah preventif terhadap kegiatan organisasi ekstra kampus yang dianggap tidak baik) yang kami larang. Begitu kami tahu, kami larang.”

Bagi mahasiswa yang sudah terlanjur bergabung dalam organisasi ekstra kampus, diharapkan dapat mencari teman yang dapat mendukung visi sebagai mahasiswa dan mampu memilih, memilah, serta menangkap maksud dari kegiatan yang diiikuti dan menjadi paham mengenai mana yang berdampak baik dan mana yang berdampak buruk.

 

Penulis : Afnisha Fitria Adjani, Yudinda Gilang Pramudya

Editor : Iqbal Abdul Ra’uf

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button