Pemilihan Rektor Baru, Telkom University Jalankan Proses Secara Transparan

0
563

AksaraNews, Bandung (01/03/2019) – Telkom University (Tel-U) telah membuka pendaftaran bagi calon rektor ketiga yang diawali dengan penerimaan berkas kandidat rektor. Adapun tahap pengumpulan berkas berakhir pada Kamis (28/2) lalu. Dalam press release-nya, Public Relation Tel-U menegaskan, pemilihan calon rektor diselenggarakan sehubungan dengan akan berakhirnya masa jabatan Rektor kedua, Prof. Adiwijaya pada 29 Agustus 2019.

Senat Telkom University telah membentuk Komisi Pemilihan Rektor (KPR) pada  28 Desember untuk menyelenggarakan kegiatan pemilihan Rektor Telkom University masa bakti 2019-2024. Kepala Departemen Public Relation, Daris Rohmansyah Maulana, mengatakan, “Pak Teguh Widodo sebagai ketua (KPR), dia yang mengorganisir dari pendaftaran, pemaparan, dan lain-lain.”

Dalam pelaksanaanya, mekanisme pemilihan rektor ketiga Telkom University ini sedikit mengalami perbedaan dengan pemilihan sebelumnya. Pemilihan rektor pertama bersamaan dengan penggabungan 4 institusi Telkom, sehingga prosedur pemilihan rektor dilakukan secara bersama oleh keempat institusi tersebut. Senat dari masing-masing institut pada waktu itu dengan Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) membuka pemilihan rektor masa bakti 2013-2018. Kandidat rektor ini dapat berasal dari internal maupun eksternal kampus.

Sementara untuk pemilihan rektor kedua dilakukan secara tertutup atas hasil kesepakatan dan keputusan dari YPT dan Telkom University. Pada statuta Telkom University, salah satu kriteria menjadi rektor adalah bergelar profesor. Mengenai hal itu, Daris menjelaskan, “Dari sumber daya manusia di Tel-U memang waktu itu yang sesuai dengan kriteria (statuta), kita hanya memiliki satu guru besar yaitu Pak Adiwijaya.” Dengan terpilihnya Adiwijaya sebagai rektor masa bakti 2018-2019, maka wewenang yang berlaku memang memiliki batasan-batasan yang tidak bisa sepenuhnya dilakukan seperti rektor yang menjabat selama 5 tahun, karena sesuai dengan tupoksi, ada kewenangan yang tidak penuh.

Perbedaan juga terjadi pada pemilihan rektor ketiga Telkom University. “Untuk 2019, kita sudah prepare, kita mencari calon-calon rektornya dengan skema pemilihan yang ada. Skema ini juga berjalan dengan alot, tapi ini sebagai bentuk transparansi. Karena semua calon pendaftar memang akan kita buka di website, CV-nya dan lain-lain akan dibuka transparan.”

Adapun tahapan yang akan dilakukan dalam pemilihan Rektor Telkom University masa bakti 2019-2024 adalah penyerahan berkas pendaftaran (28/2), berkas yang lolos panyaringan akan dilakukan seleksi administrasi melalui pleno senat untuk mendapatkan 5 kandidat rektor terpilih (15/3). Selanjutnya akan dilakukan pemaparan oleh kelima kandidat terbaik (25/4). Pada pemaparan visi dan misi kelima kandidat, Daris menegaskan akan ada keterbukaan kepada civitas academica, “Untuk pemaparan program 5 rektor ini kalau tidak ada halangan akan disiarkan secara langsung. Kan ini pesta demokrasi kita, jadi kita tahu siapa pemimpin kita nanti, siapa rektor kita nanti, apa visi misinya. Jadi memang kita akan buat secara transparan proses pemilihannya.”

Setelah dilakukan pemaparan, akan dipilih tiga calon terbaik yang akan diserahkan kepada YPT (29/5) untuk dilakukan proses pemilihan tahap akhir. Pada 27 Agustus akan diumumkan calon rektor terpilih dilanjutkan pelantikan rektor terpilih pada 30 Agustus 2018.

 

Penulis: Dina Fadillah

Editor: Annisa Nisrina