Pendapat Mahasiswa mengenai Pemberlakuan Kembali PJJ di 2021

0
19

AksaraNews, Bandung (8/1/2021) – Pada 28 Desember 2020 lalu ditetapkan secara resmi bahwa Telkom University akan menjalankan kegiatan pembelajaran secara daring pada semester genap mendatang dengan menggunakan metode PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Hal tersebut merupakan kali ke-tiga PJJ diberlakukan di Telkom University sejak Maret 2020. Lantas, bagaimana pendapat mahasiswa mengenai pemberlakuan kembali PJJ?

Iin Aulia Syafira, mahasiswa MBTI (Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika) angkatan 2018, berpendapat dirinya mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan PJJ. “Dari sisi akademik, aku kurang paham sama materi. kebanyakan asinkron juga kan si sistem pembelajarannya,” ujarnya. Pernyataan yang serupa juga dinyatakan oleh Ananda Ardian Pratama, mahasiswa RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) angakatan tahun 2019. Dirinya merasa kuliah daring dinilai melelahkan karena harus berhadapan dengan laptop dengan waktu yang lama.

Pemberlakuan PJJ juga mengakibatkan mahasiswa angkatan tahun 2020 belum merasakan perkuliahan secara tatap muka. Seperti yang diungkapkan oleh Najwa Syahira Fadhillah, mahasiswa Desain Komunikasi Visual angkatan tahun 2020, dirinya merasa kaget dan belum benar-benar menjadi mahasiswa. “Menurut saya kuliah online seperti ini membuat saya merasa bahwa saya tidak betul-betul seorang mahasiswa karena tidak begitu merasakan bagaimana atmosfer menjadi mahasiswa saat offline,” tambahnya.

Meskipun begitu, mahasiswa merasa fasilitas yang kampus berikan dalam menunjang perkuliahan daring sudah baik dan memadai. Amanda Septriannisa Sutadi, mahasiswa Teknik Industri angkatan 2020, berpendapat meskipun perlu beberapa peningkatan dalam materi agar mudah dipahami mahasiswa, dirinya merasa fasilitas yang kampus berikan untuk menyokong kegiatan PJJ sudah cukup baik.

Perbedaan terbesar yang dirasa Iin pada kuliah PJJ dan tatap muka terletak pada tugas yang diberikan. Baginya, pengalaman kuliah tatap muka merupakan kenangan tak tergantikan. “Kita sering banget begadang di McD hingga adzan subuh buat ngerjain tugas, terus baliknya makan mi di warkop, parah sih itu asik banget,” tutupnya.

Penulis : Falaah Saputra Siregar

Editor : Yudinda Gilang Pramudya