Penggusuran Tamansari: Dua Bulan Menagih Tanggung Jawab Pemkot

0
140

AksaraNews, Bandung (21/02/2020) – Warga RW 11 Tamansari menuntut pertanggungjawaban Pemerintah Kota (Pemkot) atas dampak penggusuran Tamansari pada tanggal 12 Desember 2019.  Sebanyak 20 warga melapor 120 laporan kerugian yang diterima, termasuk didalamnya masalah kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Sejak hari Selasa kemarin (18/02) warga telah melapor melalui aplikasi LAPOR! (Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat) dan memberi waktu 30 hari kerja kepada Pemkot untuk merespon. Perkumpulan Inisiatif dan Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI) ikut mendampingi warga.

Perwakilan dari Perkumpulan Inisiatif, Aang Gusmawan, mengatakan laporan warga sudah mendapat track id di aplikasi LAPOR!. Aang menjelaskan laporan yang telah mendapat track id seharusnya direspon maksimal tiga hari. “Kalau nanti (laporan warga) tidak direspon oleh pemerintah dalam jangka waktu 30 hari, kita bisa membawa kasus ini ke Ombudsman. Jadi Ombudsman yang akan memediasi permasalahan ini,” ujar Aang. Sebelum melapor ke Ombudsman, warga terlebih dahulu berencana untuk mengatasi masalah ini dengan melakukan audensi ke pihak Satpol PP.

​Berdasarkan Press Release yang diberikan saat konferensi pers pada Rabu (19/02), warga seharusnya diberikan surat pengosongan lahan sejak jauh hari, namun surat diterima warga sehari sebelum penertiban. Warga juga mengalami kerugian baik material maupun non-material. Perkumpulan insiatif dan warga mencatat total kerugian mencapai 100 juta rupiah. Aang mengaku angka tersebut dapat terus bertambah. “Misalkan peralatan rumah tangga rusak, ada perhiasan yang hilang, uang yang hilang, perlengkapan olahraga, dan perlengkapan berdagang,” ujar Aang.  Selain itu, salah satu warga terpaksa menggunakan kursi roda akibat hantaman benda tumpul oleh oknum Satpol PP. Berdasarkan keluhan-keluhan tersebut, warga menuntut Pemkot dengan dua poin tuntutan, yaitu: 

1. Pemkot Bandung harus bertanggung jawab atas penggusuran paksa yang mengakibatkan kerugian fisik, material, dan psikologis yang dialami warga dan solidaritas.

2. Pemkot Bandung wajib melakukan kerja pertanggungjawaban selama sekurang-kurangnya 100 hari masa kerja sebagai bentuk itikad baik atas kerugian yang dialami warga dan solidaritas.

Hingga saat ini warga masih mengungsi di Masjid Al-Islam. Di sekitar masjid dibangun tenda darurat, dapur umum, dan posko untuk mengumpulkan donasi. Warga masih berusaha untuk memulihkan ekonomi pasca penertiban.  Salah satu warga Tamansari, Eva Eryani, mengatakan beberapa warga masih dirawat di rumah sakit. Selain itu, penyembuhan trauma terus diberikan kepada warga yang mengalami depresi. “Alhamdulillah, anak-anak sekarang sudah aktif bersekolah. Untuk modal, tempat kita berjualan, kita masih diskusikan masalah itu,” tutup Eva.

Penulis : M. Arief Syahnakri A.

Editor : Nur Azizah Arini Putri