Peran PKKMB Sebagai Pilar Pertama Pendidikan Karakter

    0
    89

    AksaraFeature, Bandung (03/08/2019) – Sebelum memulai tahun ajaran baru 2019/2020, mahasiswa baru harus mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru atau disebut juga dengan PKKMB. Kegiatan tahunan ini diselenggarakan selama tiga hari untuk masing-masing kelompok, dengan pembagian dua kelompok terpisah, yaitu gugus pancasila pada tanggal 4-6 Agustus untuk FTE, FEB, dan FIK, lalu  dilanjutkan gugus proklamasi pada tanggal 8-10 Agustus untuk FRI, FKB, FIT, dan FIF. PKKMB  diselenggarakan di TUCH (Telkom University Convention Hall), lingkungan kampus, dan gedung fakultas.

    Mengikuti rangkaian kegiatan PKKMB merupakan hal yang wajib bagi seluruh mahasiswa. Bagi mahasiswa baru, selain sebagai tempat untuk mengenal kehidupan perkuliahan, PKKMB merupakan salah satu dari 4 pilar pendidikan karakter yang ada di Telkom University. 4 Pilar pendidikan karakter tersebut yaitu PKKMB, kegiatan pendidikan karakter asrama, organisasi mahasiswa (ormawa), dan valuable activity. “PKKMB adalah fase awal dari pengenalan pendidikan karakter di kampus, sekaligus pengenalan dikemas dalam konsep pengenalan kehidupan kampus. Bagi kampus, PKKMB sangat penting, karena adik-adik mahasiswa baru (maba) harus punya persepsi yang sama, pemahaman sama tentang visi dan misi kampus, kemana kampus mau mewujudkan mimpinya,” ujar Andijoko Tjahjono selaku Direktur Kemahasiswaan Telkom University.

    Tujuan lain dari PKKMB bagi mahasiswa baru adalah menanamkan sikap toleransi dan disiplin. Mahasiswa yang masuk ke Telkom University berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, mulai dari pendidikan sampai daerah asal. “PKKMB salah satu wahana untuk betul-betul mengenal satu dengan yang lain di keluarga besar Telkom University, sekaligus wahana untuk mendapatkan informasi-informasi penting tentang kehidupan kampus,” ujar Andijoko. Informasi penting tersebut meliputi mekanisme pendidikan yang dilakukan di kampus. Penyampain informasi disajikan dengan  kreatif, wawasan bangsa, disiplin dasar dan ibadah bersama untuk membentuk kebersamaan.

    Secara umum, hal yang ingin dicapai dari dijalankannya PKKMB ini adalah suasana proses belajar-mengajar di masa perkuliahan nanti berjalan dengan kondusif dan lancar. Kegiatan yang dijalankan memberikan bekal informasi non-akademik, dengan begitu proses pembelajaran di masing-masing fakultas nanti tidak mendapat hambatan yang berarti. Dengan adanya hal tersebut, diharapkan mahasiswa sudah siap sebelum masuk dan menjalankan proses belajar yang formal.

    Melalui rangkaian kegiatan PKKMB, mahasiswa tidak hanya mendapat ilmu dan informasi, tetapi juga poin TAK (Transkrip Akademik Mahasiswa) yang salah satu syarat mengikuti sidang akhir. “Setiap peserta PKKMB ketika dinyatakan lulus dia mendapatkan TAK, itu untuk adik-adik yang baru, poinnya 10. Sesuai dengan surat keputusan rektor, itu menjadi sebuah persyaratan bagi adik-adik mahasiswa untuk dapat mengikuti sidang akhir,” ujar Andijoko.

    Bagi mahasiswa yang berhalangan untuk ikut PKKMB bisa langsung menghubungi pihak kemahasiswaan dengan alasan yang jelas. “Harus segera memberitahukan ke kita (kemahasiswaan), untuk bisa diikutkan kegiatan PKKMB selanjutnya. Kalau tidak ikut dia akan repot dikemudian hari, karena itu kesepakatan yang sudah diputuskan di surat keputusan rektor,” jelas Andijoko.

    Penulis : Nur Azizah Arini Putri

    Editor : Falaah Saputra Siregar