Perfection 2018: Menilik Peran Media Dalam Pilpres 2019

0
777

AksaraNews, Bandung (28/10/18) – Saat ini media berperan sebagai produsen informasi bagi masyarakat yang membutuhkan berbagai macam informasi akan banyak hal. Media, khususnya media massa selama ini telah menjadi salah satu platform andalan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi. Berkenaan dengan hal tersebut, pada (27/10) kemarin, bertepatan dengan digelarnya puncak acara Perfection 2018 yaitu forum diskusi yang diselenggarakan oleh UKM Jurnalistik Aksara. Forum diskusi ini bertajuk Bentur Resonansi: Intervensi Media Dalam Pemilihan Presiden 2019. Acara yang digelar di Aula Lantai 2 Gedung C Bandung Techno Park Telkom University ini dihadiri oleh Tri Joko Her Riadi selaku anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung dan wartawan Pikiran Rakyat, M. Yudha Satria P. selaku Asisten Redaktur Pelaksana Rakyat Merdeka Online Jawa Barat, Suharti, S.T. selaku anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bandung, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) se-Bandung, dan beberapa perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai universitas.

Menurut Zainnary Dwiwani, selaku ketua pelaksana, acara ini digelar untuk membuka wawasan mahasiswa mengenai Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Ia menjelaskan bahwa saat ini banyak berita yang belum teruji kebenarannya. Dan, dengan adanya berita-berita tersebut sulit untuk membedakan berita yang benar dan hoax tersebut.

“Diharapkan dengan adanya acara tersebut dapat membuka pikiran mahasiswa mengenai pengaruh media saat ini terhadap Pemilihan Presiden 2019. Dan, kita dapat menentukan pilihan kita sendiri tanpa ada intervensi dari media manapun,” jelasnya.

Tidak dapat dipungkiri menjelang Pilpres 2019 peran media sebagai penyedia informasi mengenai pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019 menjadi sangat penting. Pasalnya di era digital ini sebagian besar masyarakat akan mencari informasi melalui berbagai media berbasis internet. Media dapat dengan mudah memberikan informasi apapun dan dimana pun. Media seringkali dianggap tidak netral, namun bisa menjadi independen.

Media menjadi peran sentral, namun harus diketahui saat ini masyarakat telah memiliki perantara baru yaitu media sosial yang saat ini digemari. Media sosial cukup digemari karena masyarakat bisa menulis dan bisa mengunggah segala sesuatunya di media sosial. Dan, akhirnya muncul sebuah pemahaman “Masyarakat Adalah Media Kami”. Dikaitkan dengan independen, lebih melihat bahwa semua wartawan independen, tapi media tidak bisa berdiri sendiri. Karena sebagaimana perusahaan, mereka harus mencari keuntungan sebanyak-banyaknya.

“Saat ini orang-orang mengekspresikan diri mereka dalam media dan masih banyak orang-orang yang mengkonsumsi berita dengan kurang baik. Banyak yang memanfaatkan media hanya untuk kepentingan sendiri tanpa memikirkan dampaknya bagi orang lain,” ungkap Zain.

 

Penulis : Amelia Anggraini

Editor  : Dennis Retno Widyastuti