Gempa Terjadi, Fungsi Pintu Darurat di Asrama Universitas Telkom Dipertanyakan

0
1328

AksaraNews, Bandung (19/12/2017) – Gempa tektonik mengguncang sebagian besar Pulau Jawa, dengan pusat gempa berada di barat daya Tasikmalaya. Berdasarkan info dari BMKG, gempa dengan kekuatan 7,3 skala richter tersebut terjadi pada Jumat (15/12) pukul 23.47 WIB. Gempa ini turut mengguncang daerah Bandung. Khususnya  di Universitas Telkom, sempat membuat panik mahasiswa yang tinggal di Asrama Universitas Telkom. Sebagian besar mahasiswa berhamburan keluar dari gedung asrama untuk menyelamatkan diri pada saat gempa terjadi.

Asrama Universitas Telkom memiliki pintu darurat yang berada di timur dan barat gedung, namun pada saat gempa terjadi pintu darurat tidak difungsikan, sehingga seorang mahasiswi yang tinggal di Gedung D Asrama Putri memecahkan pintu kaca untuk menyelamatkan diri ketika gempa terjadi. Diakui oleh pihak pengelola Asrama, Dicky (40), saat kejadian gempa semua pintu memang dikunci oleh satpam, “Mahasiswi tersebut panik sedangkan satpam belum sempat membuka pintu, sehingga wajar bila memecahkan pintu kaca dilakukan,” ungkap Dicky.

Sebagai satpam Asrama Universitas Telkom, Sopian dan Adi mengakui bahwa pada saat kejadian gempa kunci memang dipegang oleh satpam, sedangkan kunci pintu darurat dipegang oleh pihak pengelola asrama di kantor pengelolaan asrama yang berada di belakang Gedung Asrama B. “Untuk Asrama Putri Gedung A hingga E, kunci pintu darurat berada di kantor pengelola.”

Mengenai pintu darurat yang tidak difungsikan, Dicky selaku manager building Asrama mengakui bahwa hal ini berkaitan dengan kebijakan Badan Kemahasiswaan (BK), “Sebetulnya, sesuai dengan standar operasional gedung pintu darurat tidak boleh dikunci, pintu darurat bisa dibuka dari dalam tapi tidak bisa dibuka dari luar,” jelas Dicky. Sistem ini diakui Dicky dapat memudahkan mahasiswa untuk melanggar jam pulang malam, karena mahasiswa yang pulang lewat dari jam 9 malam akan minta dibukakan pintu oleh temannya dari dalam lewat pintu darurat. Sesuai hal tersebut, koordinasi pengelola Asrama Telkom dan BK Universitas Telkom memutuskan pintu darurat tetap dikunci untuk menghindari pelanggaran jam malam.

Jika pintu darurat diberlakukan sesuai dengan standar operasional gedung, Dicky memprediksi akan ada perubahan ketentuan jam malam atau aturan baru agar pintu darurat bisa difungsikan selaras dengan aturan BK. Ketika ditanya apakah kunci yang dipegang oleh satpam tersebut efektif untuk kejadian darurat, Dicky mengatakan, “Pihak pengelola tidak bisa asal memberikan kunci pintu.” Orang-orang yang keluar masuk Asrama harus terpantau, sehingga kunci asrama sejauh ini dipegang oleh satpam, bukan pihak yang tinggal di asrama seperti Senior Residence.

Penulis: Dina Fadhillah

Editor: Moch. Fachruddin