Headline

Press Release Kegiatan Kelas Politik “Bersuara Lewat Fakta”

Topik : Agent of Change Melawan Disinformasi Politik di Media Sosial Menjelang Pemilu 2024

 

Press Release Kegiatan Kelas Politik “Bersuara Lewat Fakta”
Press Release Kegiatan Kelas Politik “Bersuara Lewat Fakta”

AksaraNews, Bandung (22/12/2023) – Kelas Politik “Bersuara Lewat Fakta” hadir sebagai upaya nyata untuk membentuk Agent of Change yang mampu melawan disinformasi politik di media sosial menjelang Pemilu 2024. Acara tersebut berhasil digelar dengan sukses pada Senin, 18 Desember 2023, pukul 09.30-13.00 WIB bertempat pada Open Library, Telkom University. Menghadirkan berbagai narasumber informatif seperti Alfianto Yustinova, S.E (Ketua Jabar Saber Hoaks), Adie Saputro, Ketua Divisi Teknis Penyelenggara KPU serta  Koordinator Wilayah MAFINDO Bandung yaitu Hadi Purnama. Kegiatan ini dirancang sebagai langkah konkret untuk membekali peserta dengan pengetahuan yang dibutuhkan guna memahami, mengidentifikasi, dan menanggapi disinformasi dengan berpegang pada fakta.

Press Release Kegiatan Kelas Politik “Bersuara Lewat Fakta”
Press Release Kegiatan Kelas Politik “Bersuara Lewat Fakta”

Kegiatan ini direalisasikan oleh mahasiswa Telkom University selaku Perempuan Pemburu Kebenaran, Pionir Pencerahan atau dapat disebut sebagai Fakta Fighter. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai bentuk kepedulian adanya tindakan disinformasi politik yang dapat mengancam keutuhan dan kesatuan Indonesia, sebab informasi yang disampaikan mengenai pemilu bersifat memprovokasi. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi ajakan untuk masyarakat, agar lebih bijak dalam menerima, menyebarkan, menjaga komitmen, integritas, dan meningkatkan partisipasi warga dalam proses demokrasi.

Mengapa bijak bermedia sosial itu penting? Karena pada era digital saat ini, media sosial memiliki peran krusial dalam membentuk opini publik, terutama dalam konteks politik. Sayangnya, penyebaran informasi palsu atau manipulatif (disinformasi) semakin merajalela, mengancam integritas proses demokrasi. Kelas Politik “Bersuara Lewat Fakta” hadir untuk memberdayakan peserta dengan keterampilan yang diperlukan agar dapat memfilter informasi, menghindari penyebaran disinformasi, dan secara proaktif menjadi agen perubahan di lingkungan digital.

Press Release Kegiatan Kelas Politik “Bersuara Lewat Fakta”
Press Release Kegiatan Kelas Politik “Bersuara Lewat Fakta”

Ketua Jabar Saber Hoaks, Alfianto Yustinova, SE., berharap bahwa mahasiswa dapat menjadi agen sosialisasi dalam mengedukasi terkait bagaimana menyaring informasi yang diterima, supaya kedepannya dapat membedakan mana berita hoaks mana yang berupa fakta, sebab keduanya hampir setiap hari muncul bersamaan. Media sosial bahkan menjadi salah satu tempat penyebaran hoaks terbanyak, terbukti dengan membludaknya jumlah informasi yang tidak sesuai fakta, yang dilakukan oleh oknum – oknum tidak bertanggung jawab, sehingga membuat kondisi tidak kondusif, contohnya seperti HLBK (Hoaks Lama Bersemi Kembali). Untuk mengenali ciri-ciri hoaks politik yang tersebar, dapat dilihat dari kriteria sebagai berikut: menyerang partai – partai pemilu, penyelenggara pemilu, dan aparat penegak hukum seperti adu domba . Oleh karena itu, generasi Z diharapkan menjadi generasi yang dapat menyampaikan pendapat mengenai disinformasi politik yang harus dihindari.

Selanjutnya, dua narasumber lainnya turut serta memberikan tanggapan – tanggapan terkait disinformasi politik di media sosial dan apa saja dampak negatif terkait adanya disinformasi politik di media sosial. Adie Saputro SH. selaku Ketua Divisi Teknis Penyelenggara KPU, berpendapat bahwa disinformasi menjelang pemilu memang sesuatu yang tidak baru, sebab di pemilu sebelumnya sudah banyak disinformasi politik yang merugikan. Peran pemerintah sangat penting dalam kasus disinformasi politik, mereka hadir untuk memutus penyebaran informasi hoaks. Adie Saputro juga menjelaskan Istilah black campaign yang biasa dilakukan para penyebar berita hoaks,  mereka melakukan black campaign dengan tujuan menyudutkan golongan – golongan tertentu. Kemudian Hadi Purnama, Drs., M.Si., selaku Koordinator Wilayah MAFINDO Bandung, juga menyatakan bahwa kita, sebagai masyarakat tidak perlu khawatir terkait tindakan-tindakan black campaign, sebab pihak MAFINDO telah melakukan upaya khusus untuk mengatasi disinformasi politik, sebelum menjelaskan lebih jauh, dalam sesi diksusi Koordinator Wilayah MAFINDO Bandung sempat menyinggung terkait perbedaan disinformasi dan misinformasi, berdasarkan penjelasan beliau, misinformasi adalah informasi salah yang disebar, tetapi penyebar informasi tersebut tidak mengetahui bahwa informasi yang disebarkan itu salah. Sedangkan disinformasi adalah kebalikannya, orang yang menyebarkan informasi tahu kalau itu salah, tetapi masih disebarkan, artinya disinformasi adalah kesengajaan. Tim pengelola komunikasi politik pihak MAFINDO sudah mendeteksi sekitar 1200 hoaks yang akhir-akhir ini bermunculan di media sosial, sekitar 60% adalah hoaks politik. Alasan dibalik mendominasinya hoaks politik dikarenakan banyak faktor dan motif, bisa saja motif politik, ideologi maupun ekonomi, sebab biasanya ketika seseorang terlibat dalam proses produksi hoaks, orang-orang yang ada dibalik informasi tersebut berani membayar tinggi, sehingga penyebar hoaks dipastikan untung.

Sekali lagi dengan adanya sesi diskusi kali ini, diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam kepada peserta, membuka ruang diskusi yang interaktif, dan memotivasi mereka untuk menjadi agen perubahan yang berperan aktif dalam melawan disinformasi politik.

Penulis: Lutfiah Jannatul Salsabila & Salla Salika

Editor: Nur Nazlizah Purwanti

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button