FeaturedHeadline

Proses Seleksi Tim Satgas PPKS Telkom University

AksaraFeature, Bandung (15/11/2023) — Telkom University berkomitmen dalam mewujudkan lingkungan kampus yang nyaman dan aman bagi seluruh civitas academica dengan membentuk Satuan Gugus Tugas (SATGAS) sebagai langkah dalam penanggulangan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Tim Satgas PPKS telah meluaskan upaya sosialisasinya ke media sosial seperti pada Instagram @ppks.telkomuniversity. Di mana, sebelumnya mereka masih di bawah naungan Instagram Ditmawa @ditmawa_univtelkom. 

Tim Satgas PPKS dibentuk sebelum adanya peraturan formal yang mengaturnya. Tim ini adalah tim penyeleksi yang ditunjuk oleh Rektor dan Wakil Rektor Telkom University langsung lewat Surat Keputusan Rektor Telkom University: KR319/MHS2/KM H-KAR/2022. Pemilihan anggota tim didasarkan pada pertimbangan yang berkaitan dengan kemahasiswaan, akademik, dan Sumber Daya Manusia (SDM), mengingat berbagai kasus kekerasan seksual bisa terkait dengan masalah akademik dan hubungan antara dosen dan mahasiswa.

Anggotanya sendiri meliputi, Dr. Ir. Luciana Andrawina, M.T, yang menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumber Daya, menjalankan peran sebagai Ketua Satgas PPKS. Pramitha Aulia, S.Psi., M.Psi, yang menjabat sebagai Kepala Bagian Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Mahasiswa, menjalankan peran sebagai Sekretaris Satgas. Selain itu, terdapat dua anggota inti yang berperan penting dalam tim ini, yaitu Dr. Farida Titik Kristanti, S.E., M.Si, yang berfokus pada aspek akademik dan Resha Akbar, ST., M.T, yang bertanggung jawab dalam hal Sumber Daya Manusia (SDM).

Seleksi anggota tim Satgas PPKS ini merupakan seleksi internal, dilakukan berdasarkan rekomendasi dari berbagai pihak yang terkait, dan tidak terbuka untuk umum. Prinsip yang sama diterapkan di tingkat fakultas, di mana terdapat Satgas Fakultas dengan seleksi internal yang melibatkan berbagai pihak seperti wakil dekan, asman kemahasiswaan, asman SDM, dosen, dan beberapa mahasiswa.

Kriteria seleksi anggota tim Satgas PPKS mencakup pengalaman dalam menangani kasus-kasus kekerasan seksual, memberikan dukungan kepada rekan mahasiswa yang mengalami pelanggaran, serta memiliki pengalaman dalam pelatihan yang berkaitan dengan isu kekerasan seksual.

Pramitha juga menyoroti bahwa pada saat proses seleksi berlangsung, belum ada website resmi dari Dikti yang mendukung proses ini. Namun, saat ini, universitas sedang berupaya untuk memasukkan data anggota Satgas PPKS ke dalam sistem Dikti, dengan tujuan memperbaiki dan mengoptimalkan keseluruhan proses seleksi dan pelaporan terkait penanganan kasus-kasus kekerasan seksual di Telkom University.

 

Penulis: Daffa Shiddiq Al-Fajri dan Siti Salamah

Editor: Zida Naela Salsabilla

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button