Featured

Rekomendasi Musik Klasik Untuk Meningkatkan Daya Otak

AksaraFeature, Bandung (10/08/2021) – Membahas soal musik, siapa di sini yang memiliki kegemaran belajar atau mengerjakan tugas ditemani oleh alunan melodi yang membuatmu merasa tidak sendirian? Eits, kalau kamu bukan orang yang suka mendengarkan musik ketika sedang fokus mengerjakan sesuatu, ingat bahwa kamu bukan satu-satunya orang yang seperti itu. Tetapi, pernah terpikirkan tidak? jika mendengarkan musik klasik saat belajar ternyata dapat melatih otak, meningkatkan konsentrasi dan daya pikir, serta mampu meminimalkan kecemasan?

Nah, kali ini aku bakal kasih beberapa rekomendasi musik klasik berdasarkan study playlist-ku. Simak terus, yuk! Siapa tahu salah satu rekomendasiku ini bisa jadi playlist belajarmu juga, kan?

  • 3 Gymnopédies: No. 1 in D Major: Lent et douloureux – Eric Satie, Pascal Rogé

Piece yang pertama berasal dari salah satu komponis musik klasik asal Francis: Eric Satie! Ditinjau dari pianistmusings.com, tidak ada yang benar-benar tahu apa alasan Satie menamai

piece ini sebagai Gymnopédies. Istilah itu sendiri dalam bahasa Yunani Kuno berarti tarian atletik para pemuda di festival tahunan. Piece yang satu ini kurang lebih menggambarkan semacam rasa sakit atau kesedihan dan berhasil menjadi salah satu solo piano yang paling terkenal selama era Romantik.

  • Variations on A Rococo Theme, Op. 33 For Cello and Orchestra – Tchaikovsky, BBC Symphony Orchestra

Variations on A Rococo Theme ini dibuat dengan mengikuti gaya bermusiknya Mozart. Bukan berarti dalam konteks yang buruk, “mengikuti gaya” di sini didasarkan pada Tchaikovsky yang menjadikan Mozart sebagai seorang panutannya. Ia juga terlihat amat mengagumi musik klasik, lho!

Piece milik Tchaikovsky ini merepresentasikan kedamaian. Cocok, deh, buat diputar ketika butuh dorongan ketenangan saat memahami materi!

  • Suite bergamasque: Clair de Lune – Claude Debussy

Bang! Piece yang ketiga ini mungkin sudah nggak asing buat kalian, kan? Kalau yang ini kurang familiar, mungkin kalian pernah tahu karya Debusy: Clair de Lune yang pernah jadi soundtrack di beberapa film, dong? Nah, Suite bergamasque ini terdiri dari empat bagian dan Clair de Lune termasuk satu diantara keempatnya.

Berdasarkan analisis dari Daniel Sema (2018:12), Clair de Lune punya makna dibalik arti “cahaya rembulan”-nya. Komposisi yang dihasilkan Debussy pada salah satu karyanya ini cukup memenuhi syarat yang sangat sesuai dengan seniman impresionis: padat, tidak berliku, pengolahannya ekonomis, suasana yang mistis, samar, dan juga temaram.

  • Liebesträume No. 3 (Love Dream) – Franz Liszt

Salah satu piece yang fenomenal mengenai cinta dan kematian ini dibuat oleh Franz Liszt. Ditinjau dari classicalexburns.com, karya tersebut memiliki latar belakang berdasarkan puisi yang ditulis oleh penulis Jerman, Ferdinand Freliligrath, dengan judul O Lieb, so lang du lieben kannst (Cintailah selama kau mampu!). Kaitan antara puisi yang menjadi inspirasi terhadap Liebestraume, yaitu keduanya sama-sama menggambarkan cinta dan kehilangan. Mungkin ini lebih cocok untuk menemanimu bergalau ria sembari menatap turunnya rintik hujan.

  • Nuvole bianche – Ludovico Einaudi

Piece terakhir ini adalah piece kesukaanku karena memiliki melodinmembangkitkan semangat juang. Adapun arti dari piece milik Ludovico yang satu ini ialah awan putih yang menggambarkan suasana tenang yang dihadirkan dalam karya piano solo.

Nah, di atas hanya sebagian dari sekian banyak rekomendasi musik klasik yang dikatakan dapat mendatangkan beragam manfaat bagi kualitas otak. Selamat mendengarkan!

 

Penulis : Charissa Zahra

Editor : Yeni Octaviani

Related Articles

Back to top button