Featured

Review Buku Quite Impact: Tak Masalah Jadi Orang Introvert

Bandung, AksaraFeature (07/12/2021) – Kata introvert dan ekstrovert mungkin sudah tidak asing lagi untuk didengar di masa kini. Kedua kata itu merupakan kepribadian yang saling bertolak belakang, dimana seorang ekstrovert merupakan kepribadian yang senang bergaul dan berinteraksi dengan orang lain. Sedangkan, orang dengan kepribadian introvert lebih senang menghabiskan waktunya sendiri. Lalu, sebagai makhluk sosial, bagaimana seorang dengan kepribadian introvert dapat berinteraksi dengan orang lain? Sylvia Loehken telah menuliskan jawabannya pada buku yang ia tulis dengan judul “Quiet Impact! Tak Masalah Jadi Orang Introvert”. Buku yang terbit pada tahun 2016 ini berisi tentang pengetahuan dan saran yang dapat diterapkan dalam kehidupan pribadi dengan mengidentifikasi kekuatan dan hambatan-hambatan untuk seorang Introvert.

Dalam bukunya, Sylvia mengatakan introvert terkesan lebih jarang terlihat dibandingkan dengan ekstrovert. Hal itu disebabkan karena seorang ekstrovert lebih banyak berkomunikasi melalui telinga dan mata sehingga mereka terlihat sebagai mayoritas. Maka dari itu, di Amerika Serikat dan di beberapa negara Eropa masih memandang sebelah mata orang-orang dengan kepribadian introvert, melihat dari kultur budaya negara-negara tersebut yang dapat dikatakan sebagai “kultur ekstrovert”. Walau begitu, tidak sedikit tokoh-tokoh hebat yang merupakan seorang introvert, seperti Bill Gates, Bob Dylan, Albert Einstein, Mark Zuckerberg, dan lain-lain. Ini menunjukan bahwa kepribadian introvert tidak menghalangi seseorang untuk menjadi sukses dan memiliki potensi besar meskipun sering dianggap remeh.

Selain itu, Sylvia juga memaparkan kekuatan dan hambatan bagi seorang introvert. Berikut merupakan beberapa kekuatan pada sosok introvert, yaitu

  1. Kewaspadaan
  2. Substansi
  3. Konsentrasi
  4. Mendengarkan
  5. Sikap tenang
  6. Berpikir analitis
  7. Kemandirian
  8. Kegigihan
  9. Keterampilan menulis
  10.   Empati

Di sisi lain, sosok introvert juga memiliki beberapa hambatan yang muncul pada introvert, yaitu

  1. Rasa Takut
  2. Perhatian berlebihan terhadap detail
  3. Rangsangan berlebihan
  4. Sikap pasif
  5. Melarikan diri
  6. Terlalu mengandalkan otak
  7. Membohongi diri sendiri
  8. Fiksasi
  9. Menghindari kontak
  10. Menghindari konflik

Tidak sedikit hal yang menjadi hambatan untuk seorang introvert ditulis pada buku ini. Akan tetapi hambatan tersebut masih dapat diatasi seperti saran-saran yang sudah disampaikan oleh Sylvia pada bukunya. Terlepas dari hambatan tersebut, buku ini juga memaparkan saran-saran bagi seorang introvert untuk menjalin hubungan dengan teman, kekasih, keluarga maupun hubungan profesional dalam bekerja. Selain membantu seorang introvert menemukan suaranya, buku ini juga direkomendasikan oleh kaum ekstrovert untuk mempelajari dan memahami kaum introvert serta memperlakukannya dengan baik.

 

Penulis: Birgitta Natasya

Editor: Putri Legia Damayanti

Related Articles

Back to top button