Headline

Satu Bahasa untuk Semua, Bahasa Isyarat Training For Trainers

AksaraNews, Bandung (04/03/2024) — Tel U Education Movement mengadakan kegiatan untuk belajar bahasa isyarat dengan narasumber Hasbi Ridla Ilahi untuk membahas mengenai bahasa isyarat dengan tujuan untuk menambah wawasan serta menghargai teman tuli agar semua orang bisa berkomunikasi tanpa batasan. Bahasa isyarat merupakan bahasa yang sangat luas, bahasa yang tanpa ada batasannya, bahasa isyarat tidak perlu menggunakan suara tetapi simbol, ekspresi, dan gestur tubuh yang membuat kita dapat berkomunikasi. 

Satu Bahasa untuk Semua, Bahasa Isyarat Training For Trainers
Satu Bahasa untuk Semua, Bahasa Isyarat Training For Trainers

Hasbi Ridla Ilahi, narasumber dalam acara ini, memberikan pengenalan tentang bahasa isyarat serta menjelaskan organisasi yang berhubungan dengan bahasa isyarat salah satunya Gerkatin yang didirikan pada tahun 1991. “Gerkatin ini didirikan oleh orang tuli dengan bertujuan untuk mengajarkan bahasa isyarat untuk orang orang agar bisa berkomunikasi dengan orang tuli.” Ucap Hasbi. 

Hasbi Ridla Ilahi juga menambahkan, “Bahwa bahasa isyarat merupakan salah satu cara untuk mengungkapan ide, perasaan, pemikiran dan sebagainya. Bahasa isyarat juga merupakan satu cara berkomunikasi antara satu orang dengan orang lainnya. Bahasa isyarat juga berbeda dengan bahasa indonesia karena bahasa isyarat memiliki tata bahasanya sendiri serta perbedaan konsepsional yang berbeda dengan bahasa indonesia, dijelaskan juga bahasa isyarat merupakan bahasa alami orang tuli.” 

Komunitas tuli juga memiliki budaya komunikasi mereka sendiri yaitu bahasa isyarat, “Jika orang tuli sedang mengobrol maka orang tuli lebih fokus kepada gestur tangan bukan gerak mulutnya karena akan menimbulkan miskomunikasi jika mengikuti gerak mulut namun orang tuli juga bervariasi ada tuli yang masih bisa mendengar suara sedikit dan ada juga tuli yang mengerti gerak mulut,” jelas Hasbi. 

Tidak hanya itu, budaya berkomunikasi orang tuli yang lainnya juga adalah mereka harus saling berhadapan ketika berkomunikasi serta kesusahan jika mereka berkomunikasi di ruangan yang gelap, “Orang tuli juga jika ingin memanggil orang mereka akan menyalakan flash lampu untuk memanggil orang dan juga untuk mengobrol di smartphone orang tuli lebih menggunakan fitur video call dibanding menggunakan voice note atau call.” 

Budaya komunitas tuli juga mempunyai nama isyarat, orang yang bukan tuli juga bisa memiliki nama isyarat dengan cara harus sering bertemu dan berkomunikasi dengan orang tuli, jika orang tuli sudah merasa dekat biasanya mereka akan memberikan nama isyarat untuk temannya. 

Jika orang yang bukan tuli mempunyai kemampuan bahasa isyarat dia bisa menjadi juru bahasa isyarat yang tujuannya untuk memberikan informasi untuk orang orang tuli yang tidak mengerti misalnya dalam acara tv. Ketika masyarakat belajar bahasa isyarat maka orang orang memenuhi hak orang tuli karena orang tuli juga punya hak untuk menyebarkan bahasa isyarat selain itu bahasa isyarat juga memiliki banyak manfaat. 

Harapan dalam kegiatan ini adalah memberikan hak kepada orang tuli agar dia bisa berkomunikasi dengan orang lain serta berinteraksi secara efektif dalam masyarakat. Dengan mempelajari bahasa isyarat, orang tuli dapat mengungkapkan pikiran dan perasaan mereka, serta memahami apa yang dikomunikasikan oleh orang lain. Ini adalah Langkah penting dalam memastikan bahwa mereka tidak terisolasi dan dapat berpartisipasi sepenuhnya dalam berbagai aspek kehidupan sosial.

 

Penulis: Muhammad Ilyas

Editor: Nur Nazlizah Purwanti

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button