Sejarah dan Perubahan Rupiah Indonesia dari Dulu hingga Saat Ini

    0
    135
    Sumber : Google

    AksaraFeature, Bandung (31/08/2020) – Uang memang sudah sering kita gunakan untuk membeli makanan, minuman, baju, dan berbagai barang lainnya. Dikeluarkan dan dimasukkan ke dompet. Tapi, pernahkah kamu berpikir darimana asalnya? Siapa pencetusnya? Sejak kapan mulai digunakan? Adakah mata uang lain sebelum rupiah? Kalau kamu penasaran dan ingin mencari tahu, yuk lanjut baca.

    Indonesia mulai menggunakan uang dalam bentuk koin emas dan perak sebagai alat transaksi sekitar tahun 800-1600 Masehi. Dinasti Sailendra mengawali produksi koin pada abad ke-9 hingga 12. Pada akhir abad ke-13, datanglah para pedagang ke kerajaan Majapahit dan menjadikan uang koin tembaga sebagai alat transaksi.

    Setelah bangsa Eropa khususnya Belanda datang ke Indonesia, berbagai jenis uang seperti koin emas, dolar perak, dan koin perak mulai digunakan sebagai alat transaksi. Indonesia mulai menggunakan uang kertas pada tahun 1752. Uang tersebut dicetak oleh De Bank Courant dan Bank van Leening pada tahun 1752, itu menjadi uang kertas pertama di Indonesia.

    Zaman terus berlanjut, muncul mata uang baru yaitu Gulden yang mulai dibuat pada tahun 1802 oleh Republik Batavia. Mata uang ini dibuat setelah VOC mengalami kebangkrutan. Setelah itu, mata uang inilah yang selanjutnya digunakan oleh bangsa Indonesia.

    Saat Jepang datang dan menjajah Indonesia pada tahun 1942, Jepang berusaha menarik mata uang yang diterbitkan Belanda dan menggantinya dengan uang bentukan mereka dari De Japansche Regeering, mata uang ini masih menggunakan bahasa Belanda. Menjelang kemerdekaan pada tahun 1944, Jepang mengeluarkan mata uang baru berbahasa Indonesia yang disebut Rupiah Hindia Belanda. Sekutu NICA mulai berdatangan ke Indonesia untuk mengambil alih Indonesia. Pada tahun 1943, sekutu NICA mencetak gulden NICA dan menyebarkannya di wilayah Papua, Maluku, dan Kalimantan. Saat penyebaran uang tersebut mencapai wilayah Jawa, Soekarno mengeluarkan dekrit pada tanggal 2 Oktober 1945 yang menyatakan bahwa Gulden NICA bukan alat pembayaran yang sah.

    Setelah merdeka di tahun 1945, Indonesia masih menggunakan mata uang sebelumnya sebagai alat transaksi. Hingga akhirnya, pada 5 Juli 1946 Bank Negara Indonesia didirikan dan ORI (Oeang Republik Indonesia) mulai dikeluarkan sejak 3 Oktober 1946.

    Bank Indonesia muncul dari hasil nasionalisasi De Javasche Bank pada 1 Juli 1953. Tugas mereka adalah menerbitkan uang kertas bernilai 5 rupiah keatas, sedangkan untuk uang koin dan kertas dibawah 5 rupiah akan diterbitkan oleh Pemerintah RI atau Kementrian Keuangan. Melalui Undang-Undang Bank Indonesia Nomor 13 Tahun 1968, Bank Indonesia ditetapkan sebagai satu-satunya lembaga yang mencetak uang Indonesia

    Masalah peruangan Indonesia masih belum berhenti sampai disitu. Walaupun saat itu ORI sudah dikeluarkan, Gulden NICA dan uang terbitan Jepang masih banyak digunakan terutama di wilayah-wilayah Indonesia yang sulit dijangkau. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah mengizinkan wilayah-wilayah tersebut untuk mencetak uang sendiri yang disebut dengan ORIDA (ORI Daerah).

    ORI dan ORIDA digunakan hingga 1 Januari 1950, kemudian digantikan dengan uang RIS (Republik Indonesia Serikat). Uang RIS hanya digunakan sampai 17 Agustus 1950 karena NKRI telah terbentuk kembali. Setelah itu, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Mata Uang yang menyatakan uang koin 1, 5, 10, 25, 50 sen, serta uang kertas 1 dan 2,5 rupiah sebagai alat pembayaran yang sah.

    Adanya uang baru tidak berarti seluruh masalah ekonomi akan selesai. Indonesia mulai mengalami inflasi yang semakin naik. Hingga pada tahun 1970, uang rupiah senilai 5.000 dan 10.000 dicetak. Saat inflasi sudah terkendali, uang koin senilai 1 hingga 100 rupiah mulai diedarkan.

    Pada tahun 1997-1998 terjadi krisis ekonomi besar-besaran di Asia. Dampak yang diterima oleh Indonesia adalah berkurangnya nilai rupiah sebesar 80%. Hingga pada Juni 1998 nilai rupiah mencapai titik terendah.

    Setelah itu pada tahun 2000, uang kertas senilai 100 dan 500 rupiah mulai dihentikan dan munculah uang 1.000 dan 5.000 rupiah. Uang kertas senilai 20.000 rupiah diperkenalkan sekitar tahun 2004, dan rancangan baru uang 10.000 dan 50.000 diperkenalkan pada tahun 2005.

    Pada 19 Desember 2016, Bank Indonesia mencetak uang kertas dan koin dengan rancangan baru. Itulah uang yang kita gunakan sekarang. Baru-baru ini, uang kertas senilai 75.000 rupiah dicetak secara khusus dan terbatas untuk memperingati kemerdekaan Indonesia yang ke-75. Sudahkah kamu punya uang edisi terbaru itu?

    Itulah perubahan uang yang terjadi di Indonesia dari tahun ke tahun hingga saat ini.

    Penulis : Alifya Aisyah Ariyanto

    Editor : Nur Azizah Arini Putri