Headline

Seruan Keadilan: Asa Mahasiswa Untuk Palestina

AksaraNews, Bandung (15/05/2024)Isu pelanggaran kemanusiaan terhadap Palestina masih gencar disuarakan. Para akademisi turut menyertai puluhan aksi protes di seluruh belahan dunia. Dilansir dari liputan6.com, aksi yang menyebar bagai kartu domino ini merupakan bentuk solidaritas untuk mahasiswa Columbia University Amerika Serikat yang pertama kali menuntut diakhirinya perang Hamas versus Israel yang telah menewaskan lebih dari 34.500 warga Palestina.

Di Indonesia, aksi serupa diadakan di beberapa perguruan tinggi baik swasta maupun negeri.  Telkom University melalui konsolidasi mahasiswa, dosen, dan Dewan Kemakmuran Masjid Syamsul Ulum ikut memberikan sikap pernyataan tegas terhadap apa yang terjadi di Palestina. Aksi yang diprakarsai oleh Telkom University Students Justice for Palestine ini bertempat di Plaza Masjid Syamsul Ulum pada Senin (13/5) dan bertujuan untuk membangun kesadaran kemanusiaan dan menginisiasi penggabungan ideologi mahasiswa.

Seruan takbir dan “free, free Palestine” digemakan oleh sebanyak kurang lebih 60 orang yang hadir. Terdiri dari mahasiswa wajihah (organisasi keislaman), Dewan Kemakmuran Masjid dan warga sekitar. Meskipun sempat ada perubahan lokasi, peserta aksi tak surut mengecam keras tindakan Israel terhadap rakyat Palestina dan menuntut gencatan senjata terutama di daerah Rafah.

Seruan Keadilan: Asa Mahasiswa Untuk Palestina
Seruan Keadilan: Asa Mahasiswa Untuk Palestina

Dimulai pada pukul 16.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 17.30 WIB,  aksi ini diwarnai oleh sejumlah orasi dari  Naufal, Azri, Alim, Aqila, Meisfa, Faya dan Ridwan. Aksi lalu dicukupkan dengan pembacaan Pernyataan Sikap Telkom University Students Justice for Palestine yang berbunyi:

  1. Mengecam tegas tindakan kejahatan kemanusiaan Israel terhadap rakyat Palestina yang telah berlangsung selama lebih dari 75 tahun.
  2. Mendukung sepenuhnya perjuangan rakyat Palestina dalam memperoleh hak kemerdekaan, kedaulatan, dan keadilan.
  3. Mendukung Pemerintah Indonesia yang menolak mengakui kedaulatan Israel dan mendorong negara-negara sahabat untuk membawa Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, ke Mahkamah Internasional (International Criminal Court) atas kejahatan kemanusiaan.
  4. Menyerukan kepada seluruh civitas academica Telkom University untuk meningkatkan kesadaran, solidaritas dan dukungan terhadap rakyat Palestina melalui berbagai tindakan, termasuk boikot, divestasi, dan pemberian sanksi terhadap merek yang terkait dengan Israel.
  5. TUSJP berdiri bersama jajaran kampus di dalam maupun di luar negeri sebagai inisiatif independen untuk menjadi corong edukasi terkait Palestina di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar kampus.

Salah satu koordinator aksi, Daniel Suryahadi, mengatakan bahwa kemungkinan besar gerakan ini akan  dilaksanakan secara persisten.

“Maka dari itu, kami akan melakukan evaluasi baik dari Kemahasiswaan maupun dari badan terkait lainnya,” tutup Daniel.

 

Penulis: Syifa Uswatun Khasanah dan Assany Habiballah

Editor: Nur Nazlizah Purwanti

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button