Sudahkah Fasilitas Olahraga Telkom University Memadai di Mata Mahasiswa?

0
1019
Sumber: Olimpiade Telkom

AksaraNews, Bandung (10/5/2018) – Lapangan olahraga merupakan fasilitas yang lumrah dan bahkan wajib berada di dalam kampus. Lapangan menjadi salah satu penunjang penting bagi pengembangan bakat mahasiswa di bidang olahraga. Telkom University (Tel-U) sendiri menyediakan beberapa lapangan, seperti lapangan futsal, lapangan basket, dan lapangan tenis.

Namun sayangnya, fasilitas lapangan Tel-U saat ini masih dianggap kurang memadai. Anggapan tersebut muncul disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah lapangan futsal samping asrama yang tidak layak pakai, lapangan voli samping GSG dan lapangan futsal di tengah Gedung Tokong Nanas yang tidak digunakan secara optimal, hingga pembangunan Student Center (SC) yang tak kunjung usai. Hal ini tentu saja mengganggu kegiatan mahasiswa, khususnya yang fokus terhadap kegiatan berolahraga, seperti kompetisi olahraga dan latihan rutin UKM olahraga.

Luthfi Wiggi, Ketua Pelaksana Telkom University National Futsal Championship (TUNFC), mengatakan, “Fasilitas olahraga yang ada dikampus sendiri, sebenarnya kurang memadai. Apalagi untuk mengadakan acara tingkat nasional. Misalnya futsal, ada regulasinya sendiri, sedangkan standardisasi di kampus itu belum ada. Karena kan saya penggemar futsal, lapangan olahraga futsal kita ini yang ada hanya di lapangan asrama. SC pun masih dibangun. Masih belum layak lah kalau di kampus.”

Luthfi menambahkan bahwa ada beberapa standar untuk kompetisi olahraga skala nasional, seperti adanya tribun, ruang ganti, tempat medis, dan tempat media. Karena di Tel-U sendiri belum memenuhi standar tersebut, Luthfi mengatakan bahwa TUNFC telah diadakan di luar kampus selama tiga tahun berturut-turut.

Beralih pada kompetisi olahraga internal, Yogi Pribadi Mulya, ketua pelaksana Olimpiade Telkom, juga berpendapat bahwa fasilitas olahraga kampus belum memadai. Menurut Yogi, lapangan yang paling bisa dibilang cukup memadai itu hanya lapangan basket di SC. Yogi pun mengaku mendapat beberapa kendala saat mengadakan acara, salah satu penyebabnya adalah ketersediaan fasilitas lapangan.

Selama kompetisi berlangsung, ada beberapa keluhan yang disampaikan peserta. “Ya, ibaratnya mereka minta sarana yang lebih baik. Kalau kita cari tempat lain yang terdapat tempat untuk pendukung di sekitaran daerah Telkom susah. Dikhawatirkan terjadi kontak fisik yang tidak diinginkan antar pendukung,” kata Yogi.

Saiful Arifin, mahasiswa Teknik Telekomunikasi 2017, yang juga merupakan peserta Olimpiade Telkom cabang atletik dan futsal, mengeluhkan beberapa hal. “Atletik kan tadinya fix di lapangan, tapi jadinya di kampus. Itu pun di jalan pinggir-pinggir GKU. Futsal juga diadakan di lapangan asrama. Bisa dilihat kedua tempat tersebut dalam kondisi rusak. Track lari di jalan pinggir GKU banyak lubang dan lapangan asrama kalau hujan menjadi licin. Dalam kondisi lapangan begitu, tidak layak untuk dipakai. Bisa mengakibatkan kecelakaan,” kata Saiful.

Daffa Naufal Mauluddani, ketua UKM voli, menyayangkan tidak berfungsinya lapangan yang berada di Gedung Tokong Nanas. “Kalau untuk lapangan GKU itu sudah bagus. Hanya saja lapangan tersebut tidak boleh dipergunakan karena katanya mengganggu kegiatan belajar-mengajar. Kalau seperti itu, untuk apa dong dibuat lapangan jika ujung-ujungnya tidak bisa dipakai? Lebih baik dialihfungsikan saja, seperti dibuat taman atau apa gitu (hal lain) biar engga gersang GKU-nya,” ujar Daffa.

Kurangnya fasilitas olahraga di kampus saat ini berdampak pada kegiatan UKM olahraga. Selain disebabkan oleh kondisi lapangan rusak, pembangunan SC yang tak kunjung selesai mengharuskan beberapa UKM olahraga melakukan latihan di luar area kampus.

“Kalau untuk saat ini, SC belum bisa di pakai. Jadi, sementara kita latihan di Kosambi. Nambah-nambah dari uang KAS. Sebenernya sih agak keberatan. Tapi mau gimana lagi. Soalnya fasilitas yang ada di Telkom juga engga memungkinkan,” tambah Daffa.

Keluhan serupa dialami UKM basket yang harus melakukan latihan di luar area kampus karena tidak adanya kepastian tentang kapan selesainya renovasi SC. Caesar Gusti Muda Pamungkas, ketua UKM basket, juga mengaku bahwa ada satu program kerja yang tidak terlaksana karena ketidakjelasan tersebut, yaitu membuat event antar fakultas. Menurut Caesar, pihak kampus harusnya memperjelas tenggat waktu renovasi SC dan memberi kompensasi kepada UKM olahraga untuk latihan di luar.

Penulis: Fidya Rahmawanti

Editor: Putu Santy