Opini

Tanggapan Mahasiswa Telkom University Mengenai Pudarnya Partisipasi Program Rabu Nusantara

AksaraNews, Bandung (16/11/2023) — Program dari aktivitas budaya di Telkom University yang diluncurkan pada pertengahan bulan Februari kemarin mulai mengalami pengurangan partisipan terutama dari kalangan mahasiswa. Mulai sedikit mahasiswa yang menerapkan program ini dengan tetap memakai pakaian adat pada hari Rabu. Berbanding terbalik dengan awal diluncurkannya program ini di mana mayoritas mahasiswa antusias dan berbondong-bondong berpartisipasi dalam program Rabu Nusantara. 

Sangat disayangkan jika nantinya program ini perlahan pudar atau semakin menghilang. Mengingat banyak poin positif yang dapat diambil dari program ini, salah satunya merangkul kebhinekaan di Telkom University. Selain itu, diberlakukannya program Rabu Nusantara ini juga bisa menjadi ciri khas Telkom University dalam upaya melestarikan kebudayaan daerah di Indonesia. 

“Programnya menarik dan oke banget kalau misalnya dilanjut, tapi mungkin karena gak ada aturan tertulis yang mengharuskan pakai pakaian daerah, orang-orang mulai pakai pakaian biasa lagi.” ujar Puan Azzahra, mahasiswi prodi S1 Desain Komunikasi Visual angkatan 2021 saat diwawancarai pada Rabu (15/11). Peraturan tertulis mengenai ketentuan memakai baju daerah memang diberlakukan hanya saat awal diluncurkannya program ini. Sehingga, banyak mahasiswa yang mulai tidak sadar akan adanya program Rabu Nusantara. 

Hal yang sama diutarakan oleh Nabila Rizq Syahvita, mahasiswi prodi S1 Desain Komunikasi Visual angkatan 2021 bahwa dirinya menyetujui dilanjutkannya program ini. Selain itu, dirinya berpendapat soal alasan berkurangnya partisipan dari kalangan mahasiswa, “Menurut aku, berkurang karena orang-orang mager aja pake kain. Belum lagi ribet kalau kemana-mana naik motor.” ungkapnya pada Rabu (15/11). Namun, alasan itu tidak menyurutkan keberpihakannya terhadap tetap diberlakukannya program Rabu Nusantara ini.

Puan berharap adanya peraturan tertulis agar program ini berjalan dengan aktif, “Mungkin bisa diadakan aturan tertulisnya atau para dosen dan staff berpartisipasi aktif di program ini, supaya nanti makin banyak lagi mahasiswa yang ikut berpartisipasi.” 

Jika jajaran dosen dan staff konsisten dalam menerapkan program ini, secara tidak langsung akan memotivasi mahasiswa untuk kembali menerapkan dan berpartisipasi aktif dalam program Rabu Nusantara.

 

Penulis: Athalia Zahra

Editor: Zida Naela Salsabilla

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button