Opini

Telkom University Kembali Gelar Wisuda Offline, Begini Tanggapan Wisudawan dan Orang Tua/Wali

AksaraNews, Bandung (03/09/2022) – Telkom University berhasil menggelar Sidang Terbuka Senat Telkom University (Tel-U) dengan agenda wisuda Magister, Sarjana, Sarjana Terapan, dan Ahli Madya Periode III Tahun Akademik 2021/2022 di Telkom University Convention Hall (TUCH). Periode wisuda kali ini menjadi wisuda pertama yang digelar secara offline oleh Telkom University sejak pandemi COVID-19. 

Protokol kesehatan diterapkan secara ketat saat wisuda. Hal itu dilakukan demi mencegah penularan virus COVID-19 dan meminimalkan kerumunan. Namun, hal ini tidak lantas mengurangi momen haru wisudawan maupun para orang tua/wali yang turut serta menyaksikan momen sakral tersebut secara langsung.

Arief Syahnakri, wisudawan prodi S1 Teknik Elektro angkatan 2018, mengutarakan perasaan senang dan bangganya karena telah menyelesaikan masa studi serta menjadi salah satu mahasiswa yang mengikuti rangkaian wisuda offline pada 27 Agustus 2022 lalu.

“Yang pasti senanglah ya, apalagi udah kurang lebih dua tahun wisudanya online terus. Bersyukur banget sih, liat orang tua juga senang karena wisudanya offline,” ungkapnya ketika diwawancarai oleh Tim Aksara.

Arief juga menceritakan momen saat wisuda offline yang tidak bisa didapatkan ketika wisuda online, “Duduk lama di TUCH dengerin sambutan-sambutan tuh nggak bisa didapetin kalau online. Terus deg-degannya pas dipanggil nama ke depan dan yang paling berkesan buat aku (sewaktu) liat ekspresi orang tua yang seneng liat anaknya sudah selesai wisuda.” 

Salah seorang wali wisudawan pun mengungkapkan rasa bahagianya karena dapat menghadiri dan merasakan kembali euforia wisuda yang dilaksanakan secara offline“Ya dibandingkan lima tahun kebelakang, kakaknya lulusan dari sini (Telkom University) juga, (tahun) itu memang lebih meriah. Kita lebih dekat dengan mahasiswa, bareng-bareng dan bisa melihat. Tetapi dengan keadaan pandemi sekarang, kita berjauhan. Tapi bisa melaksanakan (wisuda) dengan tidak online, itu sudah luar biasa.”

Meskipun berbeda gedung dengan para wisudawan dan hanya melihat dari live YouTube melalui proyektor yang telah disediakan, beliau tetap bersyukur karena bisa menghadiri pelaksanaan wisuda secara offline. Pembatasan tersebut dilakukan oleh pihak kampus agar seluruh pihak terkait yang menghadiri wisuda dapat terjamin keamanan dan kenyamanannya, mengingat situasi pandemi yang belum sepenuhnya mereda.

“Liat yang lain, ibu-ibu yang lain, anak-anaknya wisuda tapi online, duh sayang banget. Tapi dengan seperti ini, walaupun berbeda gedung dan menyaksikan dari layar, tetapi tetap nyaman, tetap enak tempatnya.” Tuturnya.

Orang tua/wali lainnya turut menambahkan kesannya bahwa wisuda kali ini sudah berjalan dengan cukup baik. Walaupun begitu, beliau mengutarakan pendapatnya terkait kekurangan yang dirasakan selama berlangsungnya prosesi wisuda. “Sudah cukup bagus. Hanya saja antara si penerima ijazah dengan si penyebut itu adu balap dan kurang sinkron, bertabrakan terus. Itu aja sih, yang lain udah cukup baik. Ada rasa kebanggaan kita bisa datang. Lebih senang di sini (gedung fakultas) daripada harus online. Jadi sudah cukup baiklah kita bisa ketemu.” 

Baik wisudawan maupun orang tua/wali berharap pandemi bisa segera usai sehingga wisuda selanjutnya dapat kembali dilaksanakan secara offline dan digelar lebih meriah lagi.

 

 

Penulis: Zida Naela Salsabilla dan Dennisa Henriette Angelina

Editor: Charissa Zahra

 

Related Articles

Back to top button