Headline

Telkom University Pangkas Potongan BPP Semester Genap

AksaraNews (Bandung, 28/01/2021) – Menjelang pelaksanaan semester genap 2020/2021, pihak Telkom University telah mengumumkan beberapa hal terkait kebijakan perihal keringanan BPP untuk semester ini. Selain itu disinggung juga mengenai pengembalian biaya asrama bagi mahasiswa baru tahun 2020. Merespons hal tersebut, pihak BEM Kema Telkom University melaksanakan audiensi dengan pihak kampus terkait dengan kebijakan tersebut pada Senin (19/01) lalu. 

Audiensi sendiri dihadiri oleh perwakilan organisasi mahasiswa dan pihak kampus yang diwakili oleh Wakil Rektor III Dida Damayanti, Perwakilan bagian Keuangan Nurwijayadi Wiratmo, Perwakilan bagian Kemahasiswaan Desy Dwi N., dan Perwakilan bagian Akademik Achmad Rizal. Audiensi ini membahas mengenai surat rektor Universitas Telkom Nomor : KR.0643/AKD6AKD-BAA/2020 Tentang Model perkuliahan Semester Genap Tahun 2020/2021 dengan kebijakan akademik yang tertera pada Surat Edaran Nomor: 004/AKD01/WR1/2020.

Sebelumnya, pihak yang mengatasnamakan elemen KEMA Telkom University mengadakan konsolidasi untuk menuntut beberapa poin yang meliputi:

  1. Asuransi Telkomedika sebesar Rp150.000,00
  2. Pengurangan BPP sebesar Rp200.000,00 dengan alasan belum optimalnya pemberdayaan fasilitas daring dan fasilitas fisik yang tidak terpakai
  3. Tidak terlaksananya perkuliahan hybrid
  4. Transparansi BPP dan subsidi silang bantuan keringanan untuk terdampak COVID-19 yang sebelumnya sudah dilaksanakan
  5. Kejelasan bantuan kuota bulan Januari 2021
  6. Pengembalian uang asrama maksimal 22 Januari (sudah terhitung 8 hari setelah keluar kebijakan tersebut)
  7. Meminta kejelasan serta alasan pihak Rektorat Telkom University terkait dengan pembayaran BPP di Masa Studi Normal (2017) yang hanya tersisa Desk Evalution (DE) serta skripsi, kemudian BPP Mahasiswa masa studi di luar normal yang membayar 50% yang berbeda dengan tahun lalu dengan membayar SKS yang hanya tersisa skripsi/Tugas Akhir (TA).

Berdasarkan hal tersebut, ada beberapa tanggapan yang disampaikan dari pihak kampus. Pengurangan Potongan BPP tersebut disebabkan karena performa kampus yang underperform dan kebutuhan dana terkait persiapan pembelajaran LMS (Learning Management System) dan percepatan fasilitas perkuliahan daring. Selain itu, pihak kampus juga mengupayakan kerjasama beasiswa dan penggalangan dana dengan pihak eksternal.

 

Penulis : Iqbal Abdul Ra’uf

Editor : Yudinda Gilang Pramudya

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button