Tersinggung, Anggota Polda Jabar Intimidasi Mahasiswa ISBI

0
816

AksaraNews, Bandung (28/9/2018) – Seorang aparat keamanan kepolisian tentunya tidak boleh menggunakan wewenangnya untuk kepentingan pribadi. Namun, inilah yang terjadi pada anggota kepolisian Jawa Barat yang kedapatan menyamar menjadi mahasiswa Telkom University. Anggota polisi tersebut memasuki area kampus ISBI Bandung dan mengintimidasi mahasiswa ISBI. Hal ini dilakukan karena mereka merasa tersinggung terhadap pernyataan dari massa aksi penolakan forum GLF (Global Land Forum) yang dilakukan pada tanggal 24 September 2018 di Jl. Asia Afrika lalu.

Menurut pernyataan Fajar Bintang selaku Presiden BEM ISBI, kronologis terjadinya kejadian intimidasi dimulai pada Selasa sore (25/9). Beberapa mahasiswa ISBI pada awalnya menginformasikan bahwa mereka melihat dua oknum asing yang berkeliaran di kampus ISBI. Dua oknum asing yang belakangan diketahui sebagai anggota polisi tersebut serta merta menginterogasi mahasiswa ISBI yang ditemuinya. Untuk menutupi kecurigaan dari mahasiswa, dua oknum tersebut mengaku-ngaku sebagai mahasiswa ISBI dan bahkan sampai mengaku sebagai mahasiswa Telkom University.  Pada pukul 19:00 WIB, jumlah oknum bertambah dan mulai menyebar di area kampus ISBI, menimbulkan keresahan mahasiswa yang sedang beraktifitas.

Puncaknya adalah ketika empat orang oknum yang mengaku sebagai mahasiswa Telkom tersebut didesak untuk mengeluarkan identitas dan akhirnya mereka mengaku sebagai anggota Polda Jabar. Kejadian tersebut dilandaskan kepentingan pribadi karena tak ada salah satu dari mereka yang membawa surat tugas. Diketahui juga bahwa salah satu anggota kepolisian tersebut membawa airsoft gun dan alat pukul.

Intimidasi yang dilakukan oleh total 13 oknum aparat kepolisian tersebut sangat meresahkan mahasiswa ISBI. Terlebih setelah kejadian tersebut, beberapa mahasiswa mendapatkan ancaman melalui pesan pribadi di Instagram dan WhatsApp. “Sejak bangun tidur, saya mendapatkan notifikasi 123 DM (Direct Message) dan followers Instagram dari oknum kepolisian bahkan dari luar Jawa Barat. Saya di sini merasa benar-benar risih dan mendapatkan ancaman, bahkan sampai ada yang berkata kasar. Mungkin bisa ditindak lanjut, tetapi ketika mereka sudah bebas, saya juga ini keluar-keluar agak terganggu.” Ujar Aldi, salah satu mahasiswa ISBI.

Pihak Polda Jabar juga turut menyampaikan permintaan maaf atas perilaku anggota kepolisian yang pada malam itu jelas-jelas melakukan tindakan melawan disiplin kepada mahasiswa dan ISBI. Tindakan tersebut telah melawan regulasi internal kepolisian sendiri, karena mereka tidak meminta izin dari asrama Polda Jabar melalui Direktur Sabhara. Kesalahan kedua mereka, dijabarkan oleh Beni Yohanas selaku wakil dari civitas academica ISBI dalam jumpa pers, mereka telah memasuki kampus yang memiliki otoritas tersendiri dan tidak berdasarkan prosedur baku kepolisian. Diketahui, senjata berupa airsoft gun juga dimiliki secara ilegal.

Menurut pernyataan Emy sebagai Kasukbbid Profos, saat ini para pelaku telah ditahan untuk sementara di sel Kapolda Jawa Barat dan atas perintah langsung dari Kapolda, pemberian hukuman disiplin tengah diproses oleh Direktur Sabhara. Beni Yohanas juga menyampaikan bahwa masih menurut Emy, proses peradilan akan terbuka dan meminta kesediaan mahasiswa yang menjadi saksi mata untuk dimintai keterangan.

 

Penulis : Iklima Apriani, Muhammad Dinnur

Editor : Milati Hanifah