Tidak Satu pun Tuntutan dalam Aksi Damai 293 Menggugat SK Rektor 493 Terpenuhi

0
645
Telah dilaksanakan Aksi Damai 293 menggugat SK Rektor 493 pada hari Rabu (29/03) di depan gedung Rektorat. Aksi yang pada awalnya akan dilaksanakan hingga pukul 18.00 ini pada akhirnya disepakati oleh massa untuk diakhir pada pukul 15.30 WIB, bahkan sebelum ada satupun tuntutan yang terpenuhi.

AksaraNews, Bandung (29/03/2017) – Berawal dari Surat Keputusan (SK) Rektor KR.493/AKD16/UAA/2016, yang berisikan mengenai kenaikan biaya layanan akademik, Keluarga Mahasiswa (KEMA) Telkom University telah melakukan Aksi Damai 293 menggugat SK Rektor 493. Di mana BEM KEMA Telkom University yang sebelumnya telah melakukan survey menyatakan, bahwa tidak ada satupun mahasiswa yang setuju dengan SK Rektor nomor 493 tersebut. Aksi yang dilaksanakan pada hari Rabu (29/03) di depan gedung Bangkit atau Rektorat ini diikuti oleh sekitar 130 mahasiswa Telkom University. Berikut adalah tuntutan yang dibawa massa dalam aksi ini:

1. Cabut Surat Keputusan Rektor NOMOR KR.493/AKD16/UAA/2016.
2. Kampus wajib melibatkan mahasiswa dalam setiap pengambilan keputusan.
3. Transparansi anggaran.

Sekitar pukul satu siang, Wakil Rektor IV dan Direktur Kemahasiswaan turun menemui massa. Pihak kampus menginginkan adanya perwakilan dari aksi massa pada hari ini untuk masuk ke ruang Direktorat Kemahasiswaan dan melakukan diskusi, namun masa aksi menginginkan adanya sidang terbuka bukan hanya perwakilan saja. Sebenarnya, pihak kampus menyetujui dengan adanya sidang terbuka, akan tetapi tidak ada kepastian mengenai waktu dan kehadiran dari pihak kampus. Sedangkan massa sendiri menolak dengan adanya mediasi, mengingat telah dilakukannya dua kali mediasi mengenai SK Rektor nomor 493 yang belum membuahkan hasil hingga saat ini. Pihak kampus sendiri menyatakan bahwa tidak dapat mencabut SK Rektor nomor 493 tersebut, karena SK tersebut sudah berjalan.

Sayangnya, aksi yang dirasa dapat menjadi solusi bagi permasalahan SK Rektor nomor 493 ini belum berhasil menemukan titik temu. Pada awalnya, tercetus usul oleh salah seorang massa untuk mengakhiri aksi dan melakukan konsolidasi di Student Center (SC), namun massa lebih setuju apabila konsolidasi dilakukan di depan gedung Rektorat hingga waktu aksi berakhir, yaitu pukul 18.00 WIB. Akan tetapi setelah dilakukan diskusi kembali, pada sekitar pukul 15.30 WIB, basis massa sepakat untuk mengakhiri aksi bahkan sebelum ada satupun tuntutan yang terpenuhi.

Massa pun sepakat akan melakukan konsolidasi yang turut serta mengundang pihak rektorat pada hari Kamis (30/03) malam serta akan kembali melakukan aksi pada hari Selasa (04/04). (ASW)