Tobat

0
366

Karya: Fauzi Al Aziz

Lampu minyak berjelagi di diding kosannya, cahayanya remang-remang. Dalam sujud begitu panjang Agus menyampirkan gemuruh jiwa yang telah lama ia kekang. Baru saja ia sadar betapa ia rindu surat pendek setelah Al-fatihah, dan pelajaran Madrasah yang tak pernah ia kenang.

Tak lama ia terisak, detik-detik itu garib dalam hidupnya yang sesat. Rupa-rupa kenistaan teringat begitu saja. Liberalisme, Sekularisme dan jalan-jalan yang ia coba tak serta merta membuatnya paham arti kehidupan. Padahal yang ia cari adalah makna. Namun tak ada unjuk rasa dan perjalanan yang mampu menggetarkan jiwanya lebih dari malam itu.

“Ibu, bapak. Maafkan daku.” Ucapnya.

“Aku akan mengaji lagi.”

(Bandung, 14 Januari 2017)

SHARE
Previous articleRasa Mint
Next articlePODIUM Edisi 3: Firework